Asal-usul

4 Fakta di Balik Benteng Marlborough di Bengkulu

Pinterest LinkedIn Tumblr

Di Kota Bengkulu, terdapat sebuah peninggalan Inggris yang masih bertahan hingga kini, yakni Benteng Marlborough. Benteng ini didirikan pada tahun 1714 oleh sebuah kongsi dagang Inggris di bawah pimpinan Joseph Callet. Benteng ini merupakan pertahanan Inggris, maka lokasinya berada dekat Samudera Hindia, guna menghalau serangan armada laut para musuh. Ada banyak fakta menarik dalam sejarah berdirinya Benteng Marlborough. Empat di antaranya terangkum dalam ulasan berikut ini.

Diambil dari Nama Jenderal Inggris

Benteng Marlborough
Image credit: azhari_wp (flickr.com)

Penamaan Benteng Marlborough berdasarkan nama seorang jenderal Inggris terkenal di awal abad ke-17, yakni John Churchill Duke of Marlborough. Jenderal tersebut merupakan pemimpin pasukan ekspedisi Inggris ke daratan Eropa atas kepercayaan Ratu Anne. Pada saat itu, Duke of Marlborough bersama 12.000 orang tentara berhasil mengalahkan pasukan gabungan dari kekuatan raja-raja daratan Eropa seperti Austria, Belanda, dan Bavaria yang dihimpun oleh Raja Louis XIV dari Prancis.

Saksi Persaingan Kongsi Dagang EIC dan VOC

Tidak seperti benteng lain misalnya Fort Rotterdam di Makassar dan Fort Vredeburg di Yogyakarta yang didirikan oleh kongsi dagang Belanda, VOC. Banteng Marlborough merupakan peninggalan kongsi dagang Inggris yakni East India Compani (EIC). Pada pertengahan aba ke-17, perdagangan Inggris diarahkan ke Asia Tenggara. Mereka berhasil melakukan diplomasi dengan para kepala adat di wilayah pantai barat Sumatra. Hal tersebut menjadi kesempatan para pejabat EIC untuk memberi pengaruh di Sumatera.

Baca juga Fakta Menarik Tentang Benteng Fort Rotterdam

Pernah Menjadi Pusat Penimbunan Rempah-Rempah

Benteng Marlborough
Image credit: Bernhard Huber (flickr.com)

Pada mulanya, pendirian Benteng Marlborough bertujuan sebagai pusat pemukinan dan pangkalan pertahanan militer Inggris untuk menghalau ancaman pasukan Belanda. Seiring berjalannya waktu, fungsi benteng ini semakin meningkat untuk pangkalan perdagangan. Sehingga fungsinya sebagai pusat pertahanan semakin berkurang. Kemudian benteng ini beralih fungsi menjadi pusat penimbunan rempah-rempah dari seluruh daerah di Hindia Timur. Perubahan ini terjadi pada tahun 1803 atas keputusan Dewan EIC. Sementara untuk pertahanan Inggris sepenuhnya dialihkan ke Benteng George di Penang. Akan tetapi, pada tahun 1818, Benteng Marlborough difungsikan kembali menjadi pangkalan utama untuk pertahanan Inggris ketika Raffles diangkat menjadi Gubernur Bengkulu.

Tidak Pernah Terlibat dalam Peperangan

Meski pun digadang-gadang sebagai pangkalan besar bagi Inggris, tetapi tidak pernah ada peperangan atau serang besar yang langsung melibatkan Benteng Marlborough. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda pun tidak banyak kelompok pasukan yang menempati benteng ini, meski pun bangunannya cukup luas dan besar. Maka tak heran jika kondisi fisik benteng ini tidak banyak mengalami perubahan.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.