Destinasi

5 Kota Tenggelam Yang Wajib Jadi Destinasi Wisata Kamu Selanjutnya

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sejarah bisa menjadi suatu hal yang menarik untuk dijelajahi. Terlebih jika sejarah tersebut diselimuti berbagai misteri. Kamu bisa menjadikan hal ini sebagai panduan untuk menemukan destinasi wisata kamu selanjutnya, seperti 5 kota tenggelam berikut ini.

Heraclion, Mesir

Peninggalan Heraklion-pinterest.it

Salah satu kota yang tenggelam ini memiliki nama lain Thonis. Kota Heraclion ini terletak sekitar 32 kilometer di Timur Laut Aleksandria. Kota ini merupakan sebuah kota pelabuhan yang ramai dikunjungi orang-orang dari berbagai tempat untuk melakukan perdagangan.

Sayangnya Heraclion sering mengalami bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan naiknya permukaan air laut. Banjir yang terjadi pada akhir abad kedua sebelum Masehi membuat pemukaan tanah mengalami likuifikasi. Akhirnya seluruh kota perlahan tenggelam ke dalam tanah.

Setelah menghilang selama berabad-abad, tanda-tanda kota tenggelam ini mulai muncul kembali ke permukaan. Beberapa tahun lalu, kepala patung Hapy, dewi kesuburan bangsa Heraclion ditemukan di dasar laut. Bahkan beberapa bangunan lainnya juga mulai muncul kembali sehingga bisa menjadi lokasi wisata menarik yang mengombinasikan wisata diving dan sejarah.

Kota Pavlopetri, Yunani

Jejak peninggalan Pavlopetri-secret-greece.com

Di sebelah Selatan Laconia, Yunani, terdapat salah satu kota tenggelam tertua di dunia bernama Pavlopetri. Kota ini diperkirakan berusia sekitar 5,000 tahun. Diyakini bahwa wilayah tersebut tenggelam sekitar 1000 sebelum masehi.

Kini kota ini diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Bawah Air. Namun keberadaannya terancam. Selain karena kondisi air yang perlahan mengikis bukti-bukti arsitektur dari kota tenggelam ini, jangkar dari kapal-kapal yang melalui perairan ini menjadi penyebab utama rusaknya peninggalan sejarah ini.

ARTIKEL TERKAIT:

Shicheng, Cina

kota tenggelam dengan julukan Atlantis dari Timur
Detail bangunan Sicheng yang masih terjaga-dailymail.co.uk

Tempat bersejarah yang berada di Chun’an, Zhejiang, Cina ini sering kali di sebut dengan julukan “Atlantis dari Timur”. Wajar saja, karena kota yang berdiri sekitar 1,300 tahun yang lalu ini kini tenggelam sekitar 26-40 meter di bawah air.

Uniknya, walau sudah terendam air selama ribuan tahun, bangunan yang ada di Shicheng ini tidak banyak yang rusak. Bahkan detail yang terukir pada kayu bangunannya pun masih bisa terlihat. Sayangnya untuk saat ini pihak pengelola belum menyediakan fasilitas wisata untuk menyelam.

Baiae, Italia

Taman Baiae di dasar laut-historydaily.org

Setelah terendam selama 17 abad, kota tenggelam yang dianggap sebagai Las Vegasnya bangsa Romawi ini mulai terungkap. Pada masanya, Baiae banyak dikunjungi oleh kaisar-kaisar Romawi seperti Julius Caesar, Nero, hingga Hadrian.

Namun aktivitas vulkanik membuat pesisir pantai bergerak hingga 400-meter dan menenggelamkan kota Baiae ini. Namun, para pengunjung masih bisa menikmati keindahan arsitekturnya dengan menyelam atau dengan menggunakan perahu berdasar kaca.

Kota Dwarka, India

Patung di kota Dwarka-pinterest.com

Kota tenggelam yang dikenal juga dengan nama Dwarawati ini merupakan kota suci untuk umat Hindu, Budha, dan juga aliran Jainisme. Berdasarkan naskah Hindu kuno, Dwarka dulunya merupakan area pertempuran antara Krisna dan Raja Salva yang jahat.

Dari penjelajahan arkeologis ditemukan struktur bangunan dengan berbagai bentuk yang tenggelam hingga 70 kaki di dasar laut. Hasil penielitian tersebut menyebutkan bahwa kota tenggelam tersebut sudah ada sejak 9,000 tahun lalu.

Dalam kisah Mahabaratha dikasahkan bagaimana Arjuna menyaksikan tenggelamnya kota Dwarka. Disebutkan bahwa kota tersebut tiba-tiba dipenuhi oleh air laut yang menghantam tanggul di pesisir. Tak menunggu waktu lama, Dwarka hilang ditelan air laut tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

Mario
Author

Makhluk penasaran yang suka belajar tentang content marketing, tapi lebih hobi baca novel, manga, main game, gebukin samsak.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.