Kuliner

5 Kuliner Ini Sering Disajikan Saat Perayaan Galungan dan Kuningan

Pinterest LinkedIn Tumblr

Setiap 210 hari sekali, umat Hindu yang berdomisili di Bali memiliki sebuah perayaan khusus yang disebut Perayaan Galungan dan Kuningan. Perayaan ini dianggap sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Untuk tahun ini, perayaan dilaksanakan pada tanggal 19 hingga 29 Februari 2020 dan diiringi oleh berbagai acara sakral. Selain mengangkat berbagai ritual dan adat istiadat umat Hindu Bali, perayaan ini pun dimeriahkan dengan berbagai kuliner yang kerap kali disajikan. Apa saja hidangan tersebut?

Jaje Uli

jaje uli dihidangkan saat perayaan galungan umat hindu bali
instagram.com/hudayahomemade

Kuliner ini memiliki cita rasa yang manis dan selalu disajikan saat perayaan Galungan dan Kuningan. Jaje uli sendiri merupakan kudapan khas Bali dan memiliki dua varian, yaitu yang berbahan dasar tepung beras atau ketan. Cara membuatnya, semua bahan dikukus kemudian dipipihkan. Meskipun sering disajikan dalam perayaan sakral di Bali, masyarakat tetap bisa mengonsumsinya di hari-hari biasa kok.

Lawar

lawar kuliner khas yang ada di perayaan galungan kuningan
instagram.com/sngtuoka

Perayaan Galungan dan Kuningan kurang lengkap tanpa disajikannya kuliner yang dikenal dengan nama lawar ini. Kuliner ini berupa campuran daging cincang dan sayuran. Daging yang digunakan bisa daging kerbau, ayam, bebek, atau babi. Lawar pun memiliki banyak macam, tapi yang paling unik dikenal dengan nama lawar komoh yang berarti darah cair. Lawar ini sudah tidak banyak diminati karena hanya berisi irisan hati yang dicampur dengan semangkuk darah segar yang telah dibumbui.

Ada sebuah tradisi yang disebut tradisi ngelawar saat perayaan Galungan dan Kuningan. Tradisi ngelawar dianggap sebagai simbol gotong royong dan kebersamaan bagi masyarakat Bali. Dalam tradisi ini, semua anggota keluarga, dari mulai anak-anak hingga orang dewasa, diminta membantu memasak di dapur.

Daging Babi

daging babi dalam perayaan galungan dan kuningan
nusabali.com

Sebelum perayaan umat Hindu Bali ini, biasanya ada sebuah tradisi penyembelihan babi secara massal. Babi yang telah disembelih kemudian disajikan menjadi makanan khas Bali yang disesuaikan dengan selera masing-masing warga. Tetapi biasanya daging ini diolah menjadi balung, lawar, atau urutan. Tetapi, masyarakat Bali umumnya memilih mengolah daging babi tersebut menjadi urutan karena lebih tahan lama hingga perayaan Kuningan yang dilaksanakan 10 hari setelah Galungan.

Tape Ketan

umat hindu bali menyajikan tape ketan di perayaan galungan dan kuningan
instagram.com/doyancake2

Kalau yang ini merupakan tape khas Bali yang terbuat dari injin (beras hitam) atau ketan. Tape ketan khas Bali ini biasa dibuat di waktu khusus, yakni tiga hari sebelum perayaan Galungan. Dalam proses pembuatannya, umat Hindu akan melakukan fermentasi atau penyekaban pada bahan dasar. Hidangan ini nantinya akan disajikan sebagai sesajen dan diletakkan pada punjungan atau sodan.

Buah

buah yang disajikan saat galungan
instagram.com/kutaseaviewboutiqueresort

Tidak ada jenis buah khusus yang digunakan untuk perayaan Galungan dan Kuningan. Meskipun begitu, biasanya buah yang digunakan untuk sesajen berupa mangga, apel, salak, manggis, anggur, pisang, dan jambu. Dalam perayaan tersebut, buah dianggap sebagai simbol rasa syukur terhadap Tuhan. Selain itu, ada juga berbagai makna yang terkandung dalam buah-buahan yang digunakan. Contohnya seperti pisang. Umat Hindu Bali menganggap buah tersebut istimewa karena karakteristiknya yang tak akan mati sebelum berbuah. Kata ‘sang’ dalam pisang pun memiliki makna dihormati.

Dini
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.