Seni

5 Patung Karya Nyoman Nuarta di Berbagai Kota

Pinterest LinkedIn Tumblr

Nyoman Nuarta dikenal sebagai seorang pematung kelahiran Tabanan, Bali. Ia dikenal dengan karya-karya monumentalnya yang berada di berbagai tempat di Indonesia. Pada tahin 1972, ia menempa pendidikan seni patung di Institut Teknologi Bandung

Di Bandung, Nyoman Nuarta mendirikan sebuah taman patung bernama NuArt Sculpture Park. Taman seluas 3 hektar ini menyimpan ratusan karya Nyoman Nuarta yang bisa dinikmati oleh siapa pun. Selain di NuArt Sculpture Park, kita pun bisa menikmati karya lainnya yang dihadirkan di tempat-tempat publik di berbagai kota di Indonesia.

Dalam ulasan kali ini, Holamigo merangkum 5 patung karya Nyoman Nuarta yang berada di berbagai kota di Indonesia.

Arjuna Wijaya, Jakarta

Nyoman Nuarta
Image credit: Radiansyah (flickr.com)

Di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka, Jakarta, terdapat sebuah monumen bernama Patung Arjuna Wijaya. Patung ini terbuat dari tembaga dengan dihiasi air mancur.

Patung Arjuna Wijaya dibuat pada tahun 1987 dengan menggambarkan kisah kemenangan Arjuna dalam memperjuangkan kebenaran pada cerita Bharatayuddha. Karya ini berupa sebuah kereta yang ditarik oleh 8 ekor kuda. Kedelapan kuda tersebut merupakan simbol falsafah Asta Brata.

Monumen Jalesveva Jayamahe, Surabaya

Image credit: instagram.com/yayatruhayat2308

Patung di Dermaga Ujung Madura, Surabaya, ini dikenal dengan sebutan Monjaya, atau Monumen Jalesveva Jayamahe. Karya Nyoman Nuarta ini menggambarkan figur Perwira TNI Angkatan Laut dengan menggunakan Pakaian Dinas Upacara lengkap dan menghadap ke arah lautan.

Karya yang digarap pada tahun 1993 ini memiliki ketinggian 30,6 meter. Nama Jalesveva Jayamahe merupakan motto dari angkatan laut yang berarti “Di laut kita berjaya.”. Monumen ini pun memiliki fungsi sebagai mercusuar untuk kapal-kapal di sekitarnya.

Tarian Langit, Bekasi

Nyoman Nuarta
Image source: instagram.com/harapanindahcom

Di bundaran perumahan Harapan Indah, Bekasi, terdapat karya lain Nyoman Nuarta yang berjudul Tarian Langit. Karya ini merupakan pengganti dari karya sebelumnya yang berjudul Tiga Mojang.

Patung Tiga Mojang sebelumnya berdiri sejak tahun 2006, namun terpaksa harus dibongkar karena dianggap mewakili simbol agama tertentu dan mengandung unsur pornografi. Kemudian pada tahun 2012, patung tersebut pun diganti dengan Tugu Tarian Langit dengan bentuk seperti pusaran angin yang dinamis.

Sagung Wah, Tabanan

Nyoman Nuarta
Image credit: instagram.com/okyudh

Di kampung kelahirannya, di Tabanan, Bali, Nyoman Nuarta membuat karya patung Sagung Wah di depan Gedung Kesenian I Ketut Maria. Karya ini menggambarkan sejarah perlawanan tokoh Sagung Ayu Wah pada Belanda di tahun 1906. Sayung Ayu wah mengerahkan rakyatnya agar Kerajaan Tabanan lepas dari kuasa kolonial.

Pada patung ini, digambarkan sosok Sagung Ayu Wah mengacungkan keris. Usaha perlawanannya sempat berhasil, namun Belanda dapat menangkal usahanya dan Sagung Ayu Wah pun ditangkap serta diasingkan ke Lombok.

Garuda Wisnu Kencana, Badung

Garuda Wisnu Kencana
Image credit: Liem Men Sang (flickr.com)

Patung yang terakhir ini merupakan karya monumental Nyoman Nuarta, yakni Garuda Wisnu Kencana. Ketinggian total patung ini mencapai 121 meter, dengan lebar 60 meter. Gagasan pembuatan karya ini sudah ada sejak tahun 1989.

Proses pengerjaannya dilakukan secara modular di Bandung, dan bertahap mulai tahun 1990. Peletakan batu pertama proyek pembangunan patung ini dilakukan pada tahun 1997.

Baca juga NuArt Sculpture Park Juga Punya Virtual Tour Loh. Yuk Intip Isinya!

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.