Kesehatan

Bolehkah Anak Berpuasa Penuh Saat Bulan Ramadan?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Tak terasa sudah memasuki pertengahan di bulan ramadan. Tidak sedikit orangtua yang mulai mencoba menerapkan latihan berpuasa pada buah hatinya. Meskipun terdapat banyak manfaat yang bisa dialami oleh orang tua ketika mendidik anak beribadah puasa sejak dini. Sayangnya, tidak semua orang tua memerhatikan beberapa hal agar sang anak dapat mengenali ibadah puasa dengan benar.

Anak Boleh Dikenalkan Untuk Berpuasa Dengan Catatan Perlu Mengetahui Kondisi Tumbuh Kembang Anak

Memang tidak ada yang salah jika kamu sebagai orang tua ingin mengenalkan dan mengajarkan berpuasa pada sang buah hati. Sudah barang tentu akan terdapat limpahan manfaat yang bisa dirasakan orangtua di saat mengajarkan hal tersebut. Akan tetapi bolehkah anak berpuasa dalam satu hari penuh?

Sebelum melakukan hal tersebut, orang tua wajib memerhatikan tumbuh kembang anak dan harus dilakukan secara bertahap. Selain itu, selama anak menjalani ibadah puasa, kamu sebagai orangtua perlu memerhatikan pula asupan nutrisi juga gizi yang dikonsumsi oleh anak.

Perkenalkan Puasa Secara Bertahap Pada Anak

round white ceramic bowl on red wooden table
doc. Hal Gatewood

Seperti yang kita tahu, ibadah puasa dijalankan setelah waktu sahur hingga waktu magrib. Tentunya kondisi tersebut membuat perubahan pola makan pada siapapun yang menjalankannya, terlebih bagi anak-anak yang mencoba berpuasa lebih dalam lagi. Kamu sebagai orang tua tidak perlu khawatir anak akan mengalami gangguan kesehatan. Selama asupan nutrisi dan gizi saat berpuasa telah terpenuhi secara maksimal.

Tidak ada yang salah jika mengajarkan anak berpuasa secara perlahan dan bertahap. Perubahan pola makan yang berubah secara drastis, tentunya cukup terasa berat bagi anak-anak. Karena itu, sebaiknya ajarkan anak untuk berpuasa selama beberapa jam terlebih dahulu di awal anak belajar berpuasa, kemudian esok harinya kamu bisa menambahkan durasinya untuk berpuasa dan selanjutnya secara bertahap sampai anak mampu menjalani satu hari penuh ibadah puasa.

Jangan Sampai Anak Melewatkan Waktu Sahur

kid sleeping on red and gray bed
doc. Annie Spratt

Melansir dari Pregnancy Birth and Baby, ada beberapa gejala yang dialami anak ketika anak merasakan kondisi yang kurang sehat, seperti tidak nyaman, perubahan sikap menjadi lebih pendiam, kehilangan ketertarikan melakukan sesuatu, lebih rewel, kehilangan nafsu makan, lemas, kelelahan, suhu badan lebih hangat saat disentuh, dan merasa kedinginan. Kamu tidak perlu khawatir, karena anak mendapatkan asupan dan nutrisi yang cukup selama menjalankan ibadah puasa.

Namun, jangan sampai membiarkan anak melewati waktu sahurnya. Hal tersebut karena sahur bisa menjadi waktu yang cukup penting untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi anak selama menjalani ibadah puasa. Selain itu, pastikan juga di saat sahur untuk memilih makanan yang berkualitas

Batasi Anak Dalam Mengonsumsi Pemanis Buatan dan Lemak Jenuh

Bolehkah Anak Berpuasa Penuh Saat Bulan Ramadan?
doc. Joanna Kosinska

Sebaiknya juga batasi pengonsumsian makanan dengan pemanis tambahan atau makanan yang di dalamnya terkandung lemak jenuh. Ada beberapa macam asupan makanan yang perlu dikonsumsi oleh anak agar tetap bisa menjaga kesehatannya, misalnya ada protein, makanan atau minuman rendah lemak, rajin mengonsumsi buah-buahan juga sayuran. Dalam suatu kasus, apabila anak menolak untuk mengonsumsi makanan di saat sahur, bagaimanakah langkah yang harus kita lakukan sebagai orangtua?

Seperti yang dilansir oleh Family Doctor, suasana yang menyenangkan saat makan bersama keluarga membuat anak lebih tertarik untuk datang ke meja makan di waktu makan selanjutnya. Maka, janganlah kamu memarahi anak jika sulit makan, berikanlah pengertian kepada anak dengan kalimat yang mudah dipahami mengapa ia harus mengonsumsi makanan yang sehat di saat menjalani waktu sahur.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.