Informasi

Berkumpul Saat Terjadinya Epidemi Covid-19 Ternyata Bisa Dipidana Loh

Pinterest LinkedIn Tumblr

Korban dari epidemi Covid-19 di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Untuk menghindarinya, seluruh masyarakat dihimbau agar tetap berada di rumah. Tapi jika kamu masih nekad untuk berkumpul dengan teman-teman kamu, hati-hati saja. Kamu bisa kena pidana loh.

Berdasarkan Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis yang dikeluarkan pada 19 Maret lalu, pihak kepolisian akan menindak tegas siapa saja yang masih suka berkumpul di tempat umum. Inspektur Jenderal M Iqbal selaku Kepala Divisi Humas Polri mengungkapkan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas dan membubarkan kerumunan massa.

Sekitar 460 ribu anggota kepolisian di seluruh Indonesia telah dipersiapkan untuk menertibkan kerumunan massa untuk menghindari penyebaran masif dari virus Corona. Walau personel kepolisian mengedepankan metode persuasif, namun tindakan tegas juga akan dilakukan jika masih ada masyarakat yang membandel.

Tim Satgas Status Siaga Darurat Pencegahan Virus Covid-19 yang dilakukan di Pelabuhan Samabusa Nabire-tribratanews.papua.polri.go.id

Tindakan ini tentunya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Masyarakat yang masih berkumpul bisa dijerat dengan pasal-pasal berikut:

  1. Pasal 14 UU No 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular
  • Ayat 1: Menghalangi penanggulangan wabah, diancam pidana penjara 1 tahun dan/atau denda Rp 1.000.000,-.
  • Ayat 2: Karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah, diancam pidana kurungan 6 bulan dan/atau Rp 500.000.-.
  1. Pasal 93 UU No 6 tahun 2018 tentang Karantinaan Kesehatan

Tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dipidana 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,-.

1 2
Mario
Author

Makhluk penasaran yang suka belajar tentang content marketing, tapi lebih hobi baca novel, manga, main game, gebukin samsak.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.