Informasi

Bus Listrik TransJakarta Mulai Tahap Uji Coba dan Bebas Biaya

Pinterest LinkedIn Tumblr

Khusus kamu warga DKI Jakarta, sudah rindukah kamu dengan jalan-jalan dam berwisata keliling kota? Kalau iya, mungkin kamu bisa coba berkeliling kota dengan menggunakan Bus Listrik TransJakarta. Hadirnya bus listrik ini bisa menjadi obat rindu kamu yang ingin berwisata keliling kota. Bahkan bisa dikatakan jika hadirnya bus listrik ini untuk mendukung program Pemprov DKI Jakarta – Langit Biru.

Bus listrik yang disediakan untuk mendukung program Langit Biru pun tidak tanggung-tanggung, terdapat 100 bus listrik yang siap diluncurkan dan akan beroperasi sampai akhir tahun 2020. Sebelumnya, pada tahun 2019, TransJakarta memang sudah melakukan pra-uji coba terhadap bus listrik di beberapa daerah seperti Ancol, Monas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Kota Tua. Kini, baru dua jenis bus listrik yang sedang diuji coba dengan rute Balai Kota – Blok M.

Dua Jenis Bus Listrik yang Tengah Diuji Coba

Bus Listrik TransJakarta Mulai Tahap Uji Coba dan Bebas Biaya
Reyn Gloria/JawaPos.com

Bus yang diluncurkan adalah BYD, dan bus listrik BYD yang diuji coba Transjakarta adalah single bus BYD tipe K9 dengan panjang 12 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 3,3 meter. Sementara itu, bus lainnya adalah tipe C6 dengan panjang tujuh meter, lebar 2,1 meter, dan tinggi 3 meter.

Berdasarkan ukurannya, bus listrik BYD tipe K9 normalnya dapat menampung 28 orang duduk dan 20 orang berdiri. Sementara bus listrik tipe C6 dapat menampung 18 orang duduk dan tidak ada yang berdiri.

Ketahanan baterai dari kedua tipe bus listrik ini pun terbilang cukup berbeda dan begitu kentara. Bus listrik tipe K9 memiliki kapasitas baterai sebesar 324 kWh. Sementara itu, bus listrik tipe C6 memiliki kapasitas baterai sebesar 135 kWh.

Ada Target yang Perlu Dipenuhi Selama Uji Coba

Uji coba bus listrik ini pun memiliki target yang spesifik. Target utama dari uji coba hingga akhir tahun 2020 ini pun di antaranya untuk memastikan unit dapat beroperasi sesuai standar operasional Transjakarta.

Selain itu, agar mengetahui spesifikasi teknis yang sesuai dengan regulasi dan standar operasional Transjakarta. Proses yang dilakukan perharinya pun diberlakukannya jam operasi dengan durasi 10 jam dan nantinya akan naik menjadi 17 jam pada rute yang telah ditentukan. Selanjutnya, hasil monitoring uji coba pun akan dikalkulasi. Mulai dari kalkulasi biaya operasional, perawatan, dan perbaikan.

Selama Uji Coba Bus Listrik TransJakarta Bebas Biaya Dengan Rute Balai Kota – Blok M

Bus Listrik TransJakarta Mulai Tahap Uji Coba dan Bebas Biaya
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Hal yang menyenangkan dari tahap uji coba ini, kamu yang penasaran dengan bus listrik ini dapat mencoba sendiri bebas biaya. Maka bisa dikatakan, kamu bisa menggunakan bus listrik TransJakarta gratis selama uji coba. Kamu cukup menempelkan kartu e-wallet pada mesin ‘Tap on Bus’ yang telah terpasang pada bus.

Selain itu, jika kamu ingin menjajal bus listrik, rute yang aktif untuk uji coba saat ini adalah Balai Kota – Blok M. Kamu bisa pantau rute ini dengan jam operasi mulai pukul 10.00 hingga pukul 20.00 WIB, dengan rentang waktu pemberangkatan selama 45 menit. Bus pun akan berhenti dari halte ke halte non-BRT di sepanjang rute Blok M hingga Balai Kota.

Masih Memberlakukan Protokol Kesehatan

Karena saat ini pandemi masih merajarela, uji coba bus listrik TransJakarta pun masih memberlakukan protokol kesehatan. Jadi untuk kamu yang ingin mencoba bepergian menggunakan bus listrik tetap wajib menaati aturan ini. Di antaranya wajib mengenakan masker sepanjang perjalanan, menjaga jarak sosial, serta antre dengan sabar. Pasalnya, kapasitas bus akan dikurangi untuk mencegah kerumunan dan berpotensi menularkan virus corona.

Bus listrik pun sedang uji coba untuk beberapa bulan ke depan, kamu tertarik untuk mencoba?

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.