Seni dan Budaya

Gereja Bethel Bandung, Gereja dari Era Belanda dengan Atap Khas Jawa

Pinterest LinkedIn Tumblr

Jika membayangkan suasana pusat Kota Bandung, jajaran bangunan tua di sekitar kawasan alun-alun dan Jalan Braga akan mengisi pikiran kita. Betapa tidak, kota yang sejak dulu dijuluki Paris van Java ini masih mempertahankan gedung-gedung yang telah dibangun sejak masa Hindia Belanda. Salah satu bangunan tua yang menarik di sini adalah Gereja Bethel.

Letak gereja ini berada di ujung Jalan Wastukencana, tepat berada di seberang Taman Balai Kota Bandung. Gereja ini diresmikan pada tanggal 1 Maret 1925 dengan nama “De Nieuwe Kerk”.

Gereja dengan Atap Tajug

Gereja Bethel
Image source: pinterest.com

Pembangunan gereja ini dilakukan dengan cara mengumpulkan donasi dari orang-orang Eropa yang saat itu tinggal di Bandung. Rancangan bangunannya dibuat oleh arsitek Wolff Schoemaker. Hal yang menarik dari gaya bangunan gereja ini adalah penambahan atap dengan model tajug khas Jawa yang biasanya dapat dijumpai pada bangunan masjid atau mushola.

Selain itu, sebagian besar ornamen bangunan gereja ini pun mengadopsi gaya art deco yang saat itu tengah populer di Kota Bandung. Kita dapat melihat hiasan geometri pada bagian dinding, menara, serta pintu masuk utama gereja.

Gereja Bethel memiliki sebuah menara setinggi 16,9 meter yang berada di bagian samping depan bangunan. Pada bagian puncak menara, terdapat jam besar sebagai penunjuk waktu untuk masyarakat yang lewat di sekitar. Di dinding menara ini juga terdapat 64 lubang ventilasi yang dibuat simetris.

Mengintip Bagian dalam Gereja Bethel

Gereja Bethel
Image credit: instagram.com/vickydanisa

Bagian ruang utama jemaat dihiasi dengan sepasang jendela yang terbuat dari kayu dengan celah-celah miring untuk ventilasi. Ada dua jenis kursi kayu yang terdapat di dalam gereja ini, yakni bangku kayu panjang pada bagian belakang deretan, serta kursi kayu dengan anyaman pada dudukan di bagian depan deretan.

Pada bagian tengah ruang jemaat terdapat lampu hias gantung. Bentuknya tergolong unik, dari bawah akan terlihat bahwa lampu ini berbentuk segi delapan. Seluruh bagian sudutnya ditopang oleh tali besi yang tersambung dengan atap ruangan. Pada bagian sisi lampunya terdapat hiasan semacam daun dan garis-garis melengkung.

Gereja Bethel masih menyimpan orgel tua yang masih berfungsi hingga kini. Orgel ini memiliki 3.000 buah pipa. Dahulu, orgel ini disumbangkan oleh seorang wanita Eropa bernama Nyonya Kliyzing Baud.

Baca juga Menikmati Keindahan Arsitektur Gereja Blenduk Semarang

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.