Seni dan Budaya

Hagia Sophia Kembali Difungsikan Sebagai Masjid

Pinterest LinkedIn Tumblr

Hagia Sophia merupakan salah satu warisan sejarah kebanggaan Turki yang telah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Sejak tahun 1984, bangunan yang berada di Istanbul ini difungsikan sebagai sebuah museum yang menarik banyak wisatawan dari berbagai negara.

Namun pada 10 Juli 2020, pengadilan Dewan Negara Turki membatalkan aturan mengenai fungsi museum tersebut. Maka Hagia Sophia pun beralih fungsi menjadi masjid.

Keputusan ini ditegaskan oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Berbagai pro dan kontra pun dilayangkan berbagai pihak mengenai perubahan status cagar budaya ini. UNESCO menyayangkan keputusan tersebut karena bangunan ini, mengingat ada nilai universal yang dimiliki oleh Hagia Sophia. 

Penutupan Ornamen Kristiani

Hagia Sophia
Image credit: Jeison Higuita (unsplash.com)

Pengubahan fungsi sebagai masjid ini dimulai pada tanggal 24 Juli 2020. Meski fungsinya menjadi rumah ibadah umat Muslim, tetapi ornamen-ornamen Kristiani yang ada di bangunan ini tidak akan dihapus.

Untuk menyiasatinya, ornamen tersebut ditutup menggunakan tirai khusus selama ibadah berlangsung. Selain tirai, diterapkan pula teknologi pencahayaan yang akan meredupkan bagian ornamen Kristiani.

Dalam cuitannya di Twitter, Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak menjelaskan bahwa Hagia Sophia masih dapat dikunjungi oleh berbagai kalangan dan non-Muslim, meski nanti fungsi utamanya menjadi masjid.

Perjalanan Panjang Hagia Sophia

Hagia Sophia
Image credit: amin zeinali (unsplash.com)

Hagia Sophia telah melewati berbagai perjalanan panjang dalam dinamika kehidupan Turki. Pada tahun 537, bangunan ini dibuat sebagai Kateral untuk umat Kristiani hingga tahun 1054. Kemudian beralih fungsi menjadi Katedral Ortodoks Yunani pada tahun 1054 – 1024. Dan dilanjutkan menjadi Katedral Katolik Roma di tahun 1204-1261. Lalu kembali menjadi Katedral Ortodoks Yunani pada tahun 1261-1453)

Ketika Konstantinopel jatuh ke tangan Utsmani di bawah kepemimpinan Sultan Mehmed II, katedral ini pun beralih fungsi menjadi masjid dari tahun 1453 hingga 1931. Bangunan ini pun kemudian dikenal sebagai Aya Sophia.

Barulah ketika tahun 1935, bangunan ini difungsikan sebagai museum dengan nama Hagia Sophia. Lukisan-lukisan Kristiani yang sempat ditutup ketika bangunan ini difungsikan sebagai masjid, kembali dibuka dan menjadi salah satu bagian penting museum. Ornamen-ornamen tersebut bersanding dengan ragam hias kaligrafi dengan panel yang berukuran fantastis.

Hagia Sophia pun menjadi cagar budaya yang menampakan keragaman dalam beragama di Turki. Bahkan sejak tahun 2006, dibuka ruangan khusus berdoa bagi umat Kristiani dan Muslim di sini.

Wacana pengembalian fungsi bangunan ini menjadi masjid telah muncul sejak tahun 2007. Berbagai perhelatan umat Muslim pun beberapa kali digelar, terutama pada bulan Ramadan.

Baca juga  4 Reruntuhan Kuno Di Turki Yang Menakjubkan

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.