Informasi

Ini Dia 4 Panduan Bersepeda di Era New Normal Menurut Ahli Kesehatan

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sejak dimulainya new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB), jalanan mulai ramai dengan banyaknya orang bersepeda. Alasan penggunaan kendaraan beroda dua itu pun beragam. Ada yang digunakan untuk berolahraga, rekreasi, atau untuk pergi ke kantor. Nah kalau kamu berminat menggunakan sepeda di masa kenormalan baru ini, ada empat panduan yang perlu kamu perhatikan. Panduan ini dipaparkan oleh dr. Pramono Ari Wibowo, Sp. OT(K) selaku dokter di RS Mitra Keluarga Kenjeran:

Persiapkan 3 Hal Ini

persiapkan diri sebelum menggunakan sepeda di era new normal
Source: un.org

dr. Pramono mengatakan ada tiga hal yang perlu dipersiapkan sebelum kamu bersepeda di era new normal atau adaptasi kebiasaan baru. Tiga hal tersebut meliputi persiapan fisik, situasi, dan sepeda yang akan digunakan. Dalam segi fisik, kamu perlu mengukur diri kamu sendiri apakah kamu memang sudah terbiasa mengendarai sepeda atau ini merupakan kebiasaan baru. Dengan mengendarai sepeda, otot paha dan punggung akan lebih banyak bergerak. Belum lagi jantung pun akan lebih aktif. Setidaknya, bila kamu belum terbiasa mengendarai sepeda, lakukan pemanasan terlebih dahulu untuk menghindari cedera. Setelah itu, kayuhlah sepeda secara perlahan selama 10-15 menit pertama. Setelah itu kamu bisa meningkatkan kecepatan.

Dari segi situasi, sebisa mungkin untuk melewati jalan yang masuk dalam zona hijau dan tetap menerapkan physical distancing. Gunakanlah jalur yang aman untuk bersepeda. Selain itu, pastikan juga sepeda yang kamu gunakan memang sesuai dengan kebutuhan. Jika ingin menggunakan sepeda sebagai alat transportasi, pilihlah road bike atau folding bike. Bila ingin menggunakan sepeda sebagai media olahraga dan melewati medan jalan yang cukup sulit, kamu bisa menggunakan mountain bike.

Kiat Bersepeda dengan Risiko Rendah

bersepeda dengan risiko rendah di saat adaptasi kebiasaan baru
Source: un.org

Sebenarnya melakukan kegiatan di tempat umum dan banyak orang termasuk dalam aktivitas berisiko tinggi di tengah pandemi seperti sekarang ini. Namun, kamu tetap bisa kok melakukan aktivitas luar ruangan seperti berseda namun berisiko rendah. Seperti yang disarankan dr. Pramono, lebih baik mengendarai sepeda di jam-jam yang tidak padat atau banyak orang. Kalau ingin berolahraga, gunakan sepeda di sekitar area rumah saja. Jangan lupa untuk tetap menggunakan masker lalu setelahnya segera membersihkan diri.

Beri Jarak Antar Sepeda Sekitar 20 Meter

Sebelum pandemi, jarak sama sekali tidak menjadi masalah. Bahkan berkerumunan dan berdekatan dengan orang lain tidak jadi soal. Namun, semenjak pandemi COVID-19, memberikan jarak satu sama lain sangatlah penting untuk mengurangi risiko penularan. Hal tersebut pun berlaku ketika kamu bersepeda. Di masa new normal seperti sekarang ini, dr. Pramono menyarankan untuk memberi jarak sekitar 20 meter pada sepeda lain. Mengapa?

dr. Pramono menjelaskan bahwa aktivitas seperti bersepeda dapat memacu kerja otot dan mengasah napas. Hal itu bisa menjadi penyebab seseorang mengeluarkan droplet. Bisa saja orang lain yang juga menggunakan sepeda terkena droplet tersebut. Maka, untuk menghindari risiko ini, membuat jarak sekitar 20 meter antar sepeda sangatlah diperlukan.  

Penuhi Kebutuhan Cairan

tetap terhidrasi
Source: windsorpureandclean.com

Jenis olahraga kardio seperti bersepeda bisa membuat tubuh dehidrasi dan menyebabkan kram otot. Untuk itu penting sekali menghindrasi tubuh kamu sebelum, saat, dan sesudah menggunakan sepeda. dr. Pramono menyarankan untuk mengonsumsi air putih 30 menit sebelum bersepeda sebanyak 500 ml. Siapkan pula air dalam botol minum ukuran 750 ml bila kamu mengendarai sepeda dengan durasi 60 menit. Kamu juga bisa mengonsumsi jenis minuman elektrolit yang mengandung zat mineral seperti magnesium, potasium, dan sodium sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang.  

Baca Juga:

Dini
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.