Asal-usul Destinasi

Intip Tempat-Tempat yang Jadi Saksi Sejarah Konferensi Asia Afrika di Bandung

Pinterest LinkedIn Tumblr

Jauh sebelum kondisi hari ini, banyak negara di Asia dan Afrika yang masih memperjuangkan kemerdekaannya. Perjuangan tersebut pun dihimpun dalam Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di Bandung pada 18 April 1955.

Ketika itu, suasana Bandung menjadi meriah dengan kedatangan para delegasi dari berbagai negara di Asia dan Afrika. Konferensinya diselenggarakan di Gedung Merdeka yang berada di Jalan Asia Afrika. Ada beberapa tempat bersejarah di sekitar kawasan tersebut yang turut digunakan dalam rangkaian Konferensi Asia Afrika. Ada apa saja? Simak ulasan berikut ini.

Gedung Merdeka

Museum Konferensi Asia Afrika
Image credit: Henry Sudarman (flickr.com)

Bangunan bergaya art deco yang terletak di pusat Kota Bandung ini dipilih oleh Presiden Soekarno sebagai tempat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika. Sebelum kemerdekaan Indonesia, gedung ini bernama Societeit Concordia, sebuah perkumpulan masyarakat elit Eropa.

Kini gedung ini digunakan sebagai Museum Konferensi Asia Afrika yang menyimpan informasi sejarah mengenai pertemuan penting tersebut. Di museum ini kita bisa mengetahui tokoh-tokoh yang terlibat dalam konferensi tersebut dan hal-hal yang mereka perjuangkan. Kita pun bisa masuk ke dalam ruang utama gedung yang saat itu menjadi ruangan untuk melangsungkan konferensi.

Hotel Savoy Homann

Hotel Savoy Homann
Image credit: Aam Muharam (flickr.com)

Tak jauh dari Gedung Merdeka, ada sebuah hotel tua yang hingga kini masih bertahan. Hotel bernama Savoy Homann ini telah ada sejak akhir abad ke-19 dan mengalami renovasi besar-besaran di tahun 1939.

Pada tahun 1955, hotel ini digunakan sebagai tempat menginap para delegasi dari berbagai negara. Presiden Soekarno pun pada saat itu menginap di hotel ini. Di pagi hari sebelum konferensi dimulai, para delegasi keluar dari hotel ini dan berjalan ke arah Gedung Merdeka.

Masyarakat yang hadir pada saat itu menyambut dengan sorak-sorai dan tepuk tangan gembira dari sisi jalan. Peristiwa tersebut kemudian dikenal dengan “Langkah Bersejarah” (The Bandung Walks). Setiap tahunnya dalam peringatan Konferensi Asia Afrika, peristiwa ini pun sering kali dilakukan kembali dan menjadi bagian dari rangkaian acaranya.

Hotel Preanger

Hotel Preanger
Image credit: kscope (flickr.com)

Selain Savoy Homann, hotel yang turut digunakan oleh para delegasi Konferensi Asia Afrika adalah Hotel Preanger. Hotel ini letaknya berada di ujung Jalan Asia Afrika. Telah berdiri sejak tahun 1920 dengan bangunan bergaya art deco yang masih bertahan hingga kini.

Dahulu hotel ini pun menjadi hotel yang elit seperti halnya Hotel Savoy Homann. Beberapa tokoh tersohor juga pernah menginap di sini. Di antaranya adalah aktor Hollywood, Charlie Chaplin, serta pilot terkenal, Amelia Mary Earheart.

Kini di hotel ini terdapat sebuah museum kecil yang menyimpan kenangan-kenangan hotel dari masa lalu. Di museum ini pun kita bisa melihat potret gedung-gedung di Bandung hasil karya C. P. Wolff Schoemaker, arsitek yang juga merancang bangunan hotel ini pada masa Hindia Belanda.

Gedung SWARHA

Konferensi Asia Afrika
Image credit: Ya, saya inBaliTimur (flickr.com)

Di belakang Masjid Raya Jawa Barat yang berada di Alun-Alun Bandung, terdapat sebuah gedung tua bernama SWARHA. Di tahun 1955, ketika perhelatan Konferensi Asia Afrika, gedung ini digunakan sebagai tempat penginapan. Berbeda dari Hotel Savoy Homann dan Preanger, gedung ini diperuntukan bagi para jurnalis.

Para jurnalis yang menginap di gedung ini jumlahnya hingga ratusan orang. Mereka datang dari berbagai negara di dunia untuk meliput konferensi di Gedung Merdeka. Meski saat itu digunakan sebagai hotel, namun fungsi tersebut tidak bertahan lama. Gedung ini pun kini tampak kosong, hanya sebuah toko ada di bagian lantai dasarnya.

Gedung Dwi Warna

Museum Perbendaharaan Bandung
Image credit: Iffah Sulistyawati (flickr.com)

Dalam persiapan Konferensi Asia Afrika, tentu terdapat sebuah panitia penyelenggara yang mengatur dan merencanakan perhelatan tersebut. Pada saat itu, Gedung Dwi Warna menjadi tempat rapat komisi untuk konferensi tersebut.

Gedung ini letaknya berada di Jalan Diponegoro, dekat dengan Gedung Sate. Sebelum berlangsungnya konferensi di Gedung Merdeka, para delegasi mengadakan pertemuan terlebih dahulu di Gedung Dwi Wana. Pada pertemuan itu pun, Presiden Soekarno mengusulkan perubahan nama Gedung Societeit Concordia menjadi Gedung Merdeka.

Baca juga Museum Konferensi Asia Afrika, Saksi Semangat Perdamaian Dunia

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.