Asal-usul Internasional

Kenapa Bulan Ramadhan Identik dengan Ornamen Lentera?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Ramadan merupakan bulan suci yang selalu dinanti-nantikan oleh umat Muslim setiap tahunnya. Bulan ini selalu disambut dengan suka cita di berbagai penjuru dunia. Beragam tempat pun, seperti mal dan tempat publik lainnya, kerap kali didekorasi oleh ornamen lampu lentera khas Ramadhan.

Apakah kamu pernah bertanya-tanya kenapa lampu lentera yang menjadi ornamen penghias kala menyambut bulan Ramadan? Ternyata tradisi ini dimulai di Mesir sudah sejak lama. Jika kita bertandang ke Mesir di waktu menjelang Ramadhan, akan banyak toko yang menjual lentera-lentera tersebut.

Dalam Bahasa Arab, lentera ini disebut dengan fanoos, yang berarti lampu atau cahaya. Biasanya lentera ini berbentuk geometris dengan dekorasi-dekorasi floral menghiasi permukannya. Tak jarang pula dekorasi kaligrafi menghiasi lentera ini. Lilin atau lampu di dalamnya yang temaram akan menambah kesyahduan ruangan ketika Ramadhan tiba.

Asal Usul Fanoos

Lentera Ramadhan
Image credit: Laurenz Bobke (flickr.com)

Awal mula fanoos berasal dari Khalifah Fatimiyah. Pada tahun 910-1171, khalifah ini menguasai berbagai wilayah di Maghreb, Mesir, dan Syam. Mereka membuat fanoos untuk menerangi masjid-masjid dan jalanan.

Ada pula asal usul lain yang mengisahkan ketika kedatangan Khalifah Al-Muiz Lidinillah ke Kairo pada bulan Ramadan, orang-orang di Mesir menyambutnya dengan menyalakan fanoos dengan suka cita.

Masih di Mesir, lentera ini pun kemudian digunakan untuk menerangi jalan orang-orang yang berjalan pada dini hari untuk membangunkan sahur. Kerap kali masyarakat berjalan-jalan membawa fanoos sambil melantunkan nyanyian menyambut Ramadhan.

Geliat Industri Kerajinan Fanoos

Lentera Ramadhan
Image credit: Travel Aficionado (flickr.com)

Semakin maraknya pemakaian fanoos, para pengrajin di Kairo pun memproduksi lentera ini dan menjualnya ketika Ramadhan tiba. Tradisi ini pun berkembang ke berbagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Ketika menyambut bulan suci ini, lampu-lampu dengan gaya khas fanoos banyak digunakan sebagai dekorasi ruangan.

Bahan yang dipakai untuk membuat fanoos biasanya dari berbagai material. Di antaranya logam, kayu, dan kaca. Logam atau kayu digunakan untuk rangka lentera ini. Lembaran logam pun dibentuk dengan berbagai ornamen untuk menutupi bagian dindingnya bersama lapisan kaca.

Sementara itu, kaca lentera pun diwarnai dengan berbagai warna yang cantik. Begitu lampu atau lilin dimasukan ke bagian dalam lentera, cahayanya akan berpendar bersama warna-warni kaca dan menghasilkan bayangan yang sangat indah.

Baca juga Masjid Baiturrahman, Saksi Sejarah Perjuangan Rakyat Aceh

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.