Informasi

Sebelum New Normal, Ketahui Tempat yang Berisiko Akan Virus Corona

Pinterest LinkedIn Tumblr

Biarpun virus corona hingga saat ini masih berada di sekitar kita dan menginfeksi banyak orang. Kini sudah mulai banyak kebijakan negara melonggarkan lockdown. Hal tersebut pun diupayakan guna memperbaiki stabilitas ekonomi di tengah pandemi. Kebijakan ini pun kini tengah diupayakan di Indonesia, yakni wacana pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Rencananya, pelonggaran ini akan dilakukan pada bulan Juni ini.

Mungkin di antara kamu ada juga yang cukup lelah karantina mandiri di rumah dan work from home terlalu lama. Tapi pasti di antara kamu ada juga yang cukup was-was bagaimana jadinya jika PSBB dilonggarkan, sementara kasus covid-19 saat ini masih terbilang mengkhawatirkan. Tentu akan menimbulkan berbagai pertanyaan pula, bagaimana caranya mengantisipasi melonjaknya kasus terinfeksi apabila adanya kebijakan pelonggaran PSBB?

Wajar saja bila sebagian dari kamu masih ada yang was-was perihal kebijakan pelonggaran PSBB ini. Apalagi dengan adanya pelonggaran ini, mungkin sudah mulai ada hawar-hawar imbauan bekerja seperti biasa. Pasalnya, masih banyak ilmuwan di seluruh dunia yang menangani kasus virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Namun jika kamu mengetahui setiap protocol yang perlu kamu patuhi, setidaknya kamu bisa lebih waspada saat kamu melaksanakan new normal.

Ketahui Dulu Bagaimana Covid-19 Menular

Sebelum New Normal, Ketahui Tempat yang Berisiko Akan Virus Corona
doc. engin akyurt

Sebelum kamu merasa panik akan new normal dan menghadapi covid-19, kamu perlu tahu dahulu mengenai penularannya. Covid-19 bisa menular melalui droplet pengidapnya dan resiko akan semakin besar bila kamu berada di ruang tertutup bersama dengan orang yang terinfeksi. Hal tersebut sudah diselidiki oleh studi yang tercantum di medRxiv. Studi tersebut menemukan jika risiko penularan covid-19 lebih tinggi apabila di rumah atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Risiko tersebut 10 kali lebih tinggi daripada penularan di Rumah sakit. Kemudian risiko tersebut 100 kali lebih tinggi apabila di transportasi umum.

Harus Lebih Waspada di Tempat Umum

Sebelum New Normal, Ketahui Tempat yang Berisiko Akan Virus Corona
doc. Aaron Burden

New normal nanti mungkin kamu akan lebih sering bertemu orang-orang, apalagi jika kamu berada di tempat umum. Kamu pun perlu sadar akan penyebaran covid-19 yang lebih berisiko saat berada di tempat umum. Kecenderungan penyebaran covid-19 lebih tinggi di tempat umum ini telah disampaikan oleh perwakilan Pusat Penelitian Virus MRC – University of Glasgow, Skotlandia, Seema Jasim. Penularan pun cenderung terjadi pada daerah yang sering tersentuh, seperti pegangan pintu, meja, keyboard komputer, dan masih banyak lagi.

Selain itu, resiko tertular pun meningkat ketika orang secara fisik lebih aktif. Terlebih jika kamu berada di kelas ruangan tertutup dengan kegiatan yang memiliki intensitas tinggi. Suasana lembab, hangat, didukung oleh aliran udara turbulen karena aktivitas fisik yang intens, membuat risiko penularan tinggi.

Cara Mencegah Penularan

Sebelum New Normal, Ketahui Tempat yang Berisiko Akan Virus Corona
pixabay.com

Cara terbaik untuk mengatasi hal ini tidak lain, tidak bukan, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setiap kali menyentuh apapun yang sering ada kontak oleh orang lain. Karena virus corona tidak memiliki kejelasan berapa lama akan bertahan pada permukaan benda dan menular kepada manusia. Karena jika permukaan benda yang telah terkontaminasi droplet orang yang terinfeksi, ada kemungkinan virus tersebut akan menginfeksi seseorang yang menyentuhnya, dan mentransfer virus ke mulut, hidung, mata, atau wajah.

Maka pentingnya cuci tangan menggunakan sabun minimal 20 detik, dan virus yang menempel pada tangan dapat hancur. Wellcome Open Research pun menemukan fakta bahwa mencuci tangan enam hingga 10 kali dalam sehari dapat menurunkan risiko terinfeksi virus corona hingga 36 persen.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.