Destinasi Indonesia Nusa Tenggara Barat

Koleksi Kain Tenun? Desa Sukarara Punya Kain Tenun Cantik Lho!

Pinterest LinkedIn Tumblr

Desa Sukarara merupakan salah satu desa adat yang sangat terkenal di Kabupaten Lombok Tengah. Selain Desa Sade, Ende, Segenter, dan Beleq, di daerah Lombok juga terdapat desa adat yang terkenal sebagai desa penghasil tenunan khas Lombok. Desa ini didiami oleh suku sasak. Para pengunjung yang datang akan senang berada di sini karena penduduknya terkenal ramah kepada para wisatawan. Pernah dengar nama desa ini sebelumnya? Untuk kamu yang masih asing dengan salah satu desa adat ini, berikut ulasan dari Holamigo.

Rumah dan Adat Istiadat di Desa Sukarara

desa sukarara, Kabupaten Lombok Tengah, desa adat
Flickr.com/Adit R Alfath

Meskipun desa ini merupakan desa adat, tapi kebanyakan rumah di sini sudah berbentuk rumah modern. Rumah-rumah yang berjejer dengan rapi berpadu dengan pohon-pohon rindang yang berada di sepanjang jalan. Walaupun rumah di desa ini sudah modern, tapi masyarakat di sini masih memegang teguh adat istiadat mereka. Salah satu adat di desa di Kabupaten Lombok Timur ini adalah perempuan harus memiliki kemampuan untuk menenun. Karena wanita yang sudah bisa menenun dinyatakan layak untuk menikah. Tak mengherankan jika para wanita di desa ini memiliki kemampuan menenun yang bagus.

Belajar Menenun

desa sukarara, Kabupaten Lombok Tengah, desa adat
Instagram @witriwulandri

Karena para wanitanya jago menenun, mereka tak pergi ke luar kota untuk mencari nafkah. Mereka memanfaatkan skill mereka untuk mencari nafkah dengan berjualan kain hasil tenunan mereka. Di desa wisata ini banyak dijumpai toko-toko yang menjajakan kain tenun khas dari Kabupaten Lombok Tengah. Di Desa Sukarara ini pengunjung tak hanya bisa membeli kain tenun tapi juga melihat proses penenunannya dan sekalian belajar menenun. Pengunjung dapat meminta para perempuan yang sedang menenun di rumah mereka untuk mengajari mereka menenun.

Berfoto dengan Baju Adat

Instagram @irramadhania

Di Desa Sukarara perempuan yang sudah menikah ada kewajiban untuk memakai kain songket. Kain tradisional ini menurut adat di Desa Sukarara melambangkan kelanggengan. Diharapkan suami dan istri hubungannya akan langgeng sampai ajal memisahkan. Nah, pengunjung juga bisa berfoto dengan pakaian adat dan kain songket ini di depan replika rumah adat desa ini. Tak harus membeli, pengunjung cukup menyewa saja.

Keunggulan Kain Tenun

Instagram @ersamayori

Desa wisata di Kabupaten Lombok Tengah ini menghasilkan kain tenun yang tak akan luntur ketika dicuci. Ini karena pewarnaannya menggunakan bahan alami yang berasal dari tumbuhan. Untuk menghasilkan kain tenun ini dibutuhkan waktu hingga satu bulan. Motif kain tenun di Desa Sukarara bermacam-macam, seperti motif ayam, kembang delapan, tokek (karena tokek adalah simbol keberuntungan), pakerot horizontal, kembang empat, trundak warna violet serta motif-motif lain. Tiap motif mengandung makna tersendiri.

Baca juga:

Memahami Adat Budaya Tradisional dalam Kain Tenun Suku Baduy

Mengenal Suku Kenyah di Desa Budaya Pampang

Masyarakat Adat Kampung Naga: Mempertahankan Warisan Nenek Moyang

Lokasi Desa Sukarara

Kalau kamu tertarik dengan tenunan dari desa wisata ini, kamu bisa berkendara dari bandara langsung dengan waktu tempuh 30 menit. Desa ini berada di Kecamatan Jonggat yang termasuk ke dalam Kabupaten Lombok Tengah.

Sansan
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.