Destinasi Indonesia Kalimantan

Ubur-Ubur Danau Kakaban, Si Kecil Imut yang Tak Menyengat

Pinterest LinkedIn Tumblr

Ubur-ubur Danau Kakaban adalah objek wisata terkenal di Pulau Kakaban. Mahluk ini menjadi terkenal karena hewan kecil yang hidup di danau ini berbeda dari spesies kebanyakan. Mereka unik karena tidak menyengat. Konon katanya spesies ubur-ubur yang sejenis dengan yang di danau cantik ini hanya ada di Kepulauan Micronesia yang letaknya di Tenggara Laut Pasifik. Destinasi Wisata Kalimantan Timur ini lebih dikenal dengan nama Danau Kakaban meskipun yang sebenarnya adalah Pulau Kakaban.

Asal-Muasal Danau Kakaban

Danau Kakaban | Image Source @backpackerjakarta

Danau di Kabupaten Berau ini terbentuk pada zaman prasejarah. Di masa peralihan Holosin, tepatnya. Maka danau ini disebut danau prasejarah. Danau Kakaban berasal dari air laut yang terjebak di Pulau Kakaban. Air laut kemudian bercampur dengan air hujan dan air tanah sejak 2 juta tahun yang lalu. Danau Kakaban memiliki luas 5 km2 dan dikelilingi oleh dinding karang terjal. Ketinggian dinding karang tersebut sekitar 50 meter.  Karena dinding tersebutlah, air laut tidak bisa keluar dan akhirnya menjadi sebuah danau.

Biota Laut Penghuni Danau Kakaban

Cassiopea (ubur-ubur terbalik) | Image Source @ini_kalimantan.id

Ubur-ubur di Danau Kakaban ada 4 jenis, di antaranya Cassiopea, Mastigias, Tripedalia, dan Aurellia. Dengan masuknya air hujan dan air tanah, maka danau ini pun berubah menjadi danau air tawar. Nah, fauna yang hidup di sini, contohnya ubur-ubur, beradaptasi dengan ekosistem barunya. Selama ribuan tahun, ubur-ubur di danau ini berevolusi menyesuaikan dengan lingkungannya. Adapun hilangnya sengat pada ubur-ubur diperkirakan karena tidak adanya predator seperti ikan besar di danau ini.

Tips Berenang di Pulau Kakaban

Tips untuk Berenang di Pulau Kakaban | Image Source @edvontrip

Ada hal paling penting yang harus diingat ketika akan berenang di danau ini. pertama, pengunjung dilarang untuk memakai sunblock dan semacamnya. Alasannya karena zat kimia yang terkandung dalam krim tersebut dikhawatirkan dapat membunuh kehidupan ubur-ubur Danau Kakaban.

Larangan kedua adalah penggunaan kaki katak. Dikhawatirkan jika pengunjung menggunakan kaki katak saat berenang akan melukai hewan kecil ini.

Ketiga, pengunjung dilarang memegang ataupun mengangkat ubur-ubur dari dalam danau. Khawatirnya ubur-ubur akan hilang keseimbangannya.

Terakhir, jangan melompat ketika akan masuk ke dalam danau karena tubuh orang tersebut bisa mengenai ubur-ubur dan membunuhnya.

Peringatan dari pemerintah Kabupaten Berau, pengunjung dilarang mencemari lingkungan dengan sampah. Saat ini Pulau Kakaban dijaga kebersihannya oleh warga dari Desa Payung-Payung. Pengunjung diminta untuk mentaati peraturan yang telah ditetapkan di destinasi wisata Kalimantan Timur tersebut.

Pulau Kakaban | Image Source @nizarnizar

Pulau Kakaban merupakan bagian dari Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Pengunjung harus terbang ke Bandara Kalimarau, di Tanjung Redeb. Kemudian diteruskan dengan menaiki speedboat dengan lama perjalanan sekitar 3 jam. Jalur darat bisa ditempuh dengan mendatangi Tanjung Batu dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam. Dari sana, dilanjutkan dengan menaiki speedboat. Lama perjalanannya kira-kira 1 sampai 2 jam.

Sekedar informasi, di pulau itu tidak ada listrik maupun penginapan. Pemerintah daerahnya menolak adanya pembangunan karena khawatir mengganggu lingkungan destinasi wisata.

Tertarik untuk berenang dengan ubur-ubur Danau Kakaban tanpa sengat?

Sansan
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.