Asal-usul Seni dan Budaya Sumatera

Masjid Baiturrahman, Saksi Sejarah Perjuangan Rakyat Aceh

Pinterest LinkedIn Tumblr

Aceh merupakan provinsi yang dikenal memegang teguh ajaran agama Islam. Banyak masjid yang didirikan di Aceh sejak dahulu kala. Salah satunya adalah Masjid Baiturrahman.

Masjid dengan kubah berwarna hitam yang ikonik ini merupakan landmark Aceh yang berlokasi di Jalan Muhammad Jam, Banda Aceh. Dari bagian depan kita dapat melihat lima buah kubah berwarna hitam dengan empat buah menara dan satu menara induk.

Ketika bencana tsunami menerjang provinsi ini, Masjid Baiturrahman merupakan salah satu bangunan yang masih kokoh berdiri dan digunakan sebagai tempat pengungsian para korban tsunami.

Awal Mula Pembangunan

Pembangunan pertama kali Masjid Baiturrahman masih simpang siur. Dalam Ensiklopedia Islam Indonesia (1992) disebutkan bahwa masjid ini pertama kali didirikan pada tahun 1292, tetapi tidak ada bukti sejarah yang kuat mengenai pendapat ini.

Catatan sejarah yang paling kuat mengenai awal mula pembangunan Masjid Baiturrahman dituliskan oleh penasihat Belanda, Snouck Hurgronje. Dalam catatannya disebutkan bahwa masjid ini didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1614, bersama masjid-masjid lainnya di Aceh.

Menjadi Benteng Pertahanan Para Pejuang Aceh

Masjid Baiturrahman
Image source: abulyatama.ac.id

Pada awalnya, arsitektur bangunan Masjid Baiturrahman masjid menerapkan gaya bangunan tradisional Aceh. Pondasinya menggunakan kayu dan beratapkan jerami. Luas bangunannya pun belum seluas seperti saat ini.

Masjid ini sempat mengalami kerusakan ketika Belanda menyerang Kesultanan Aceh pada tahun 1873. Pada saat itu, Masjib Baiturrahman dijadikan benteng pertahanan para pejuang Aceh.

Renovasi masjid pun dilakukan oleh pihak Belanda agar meredakan kemarahan rakyat Aceh. Bangunan yang baru mengadopsi gaya arsitektur Eropa dipadukan gaya Asia selatan. Ketika kembali dibangun, masjid ini hanya memiliki satu kubah dan satu menara.

Rakyat Aceh tidak langsung menerima hasil renovasi tersebut. Hal ini dikarenakan pembangunannya dilakukan oleh pihak kolonial Belanda yang merupakan musuh dari Kesultanan Aceh. Namun seiring berjalannya waktu, masjid ini pun diterima dan menjadi masjid penting bagi masyarakat Aceh.

Perluasan dan Pemugaran Bangunan

Masjid Baiturrahman
Image credit: Rizky Adriansyah (flickr.com)

Perluasan pun dilakukan sejak tahun 1936 oleh Gubernur Van Aken dengan menambahkan dua buah kubah. Seiring berjalannya waktu, perkembangan bangunan terus dilakukan oleh Kementrian Agama RI pada tahun 1957, dengan membuat lagi dua buah kubah pada bagian belakang bangunan, sehingga masjid ini pun memiliki lima buah kubah hitam.

Penataan area luar masjid pun terus dilakukan dengan menambahkan pekarangan, plaza masjid, air mancur dan kolam, hingga penambahan payung-payung raksasa untuk berteduh. Maka tak heran jika Masjid Baiturrahman menjadi salah satu tempat yang wajib untuk didatangi ketika sedang bertandang ke Banda Aceh.

Baca juga Menilik Masjidilaqsa, Jejak Peristiwa Isra Mi’raj

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.