Seni dan Budaya

Masjid Tuo Kayu Jao, Saksi Sejarah Perkembangan Islam di Tanah Minangkabau

Pinterest LinkedIn Tumblr

Berdinding kayu dan beratapkan ijuk, itulah Masjid Tuo Kayu Jao. Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Indonesia. Lokasinya berada di Jalan Kampung Kayu Jao, Jorong Kayu Jao, Kenagarian Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Masjid Tuo Kayu Jao berada di daerah lembah dengan pemandangan hijau terbentang di sekelilingnya. Suasana di sekitar masjid ini pun begitu sejuk karena lokasinya berada di ketinggian 1.152 meter di atas permukaan laut.

Berdiri Sejak Abad ke-16

Masjid Tuo Kayu Jao
Image credit: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Keistimewaan masjid ini terletak pada sejarah panjangnya dan arsitektur lama yang masih bertahan hingga kini. Masjid Tuo Kayu Jao telah berdiri sejak tahun 1599. Hingga kini bangunannya telah mengalami beberapa kali pemugaran, seperti penggantian kayu, atap ijuk, dan lainnya. Meski begitu, secara keseluruhan masjid ini masih mempertahankan arsitektur aslinya.

Masjid ini berdiri atas gotong royong warga Lubuk Lasih dan Batang Barus. Dengan adanya masjid ini, menjadi pertanda bahwa pada masa itu, ajaran Islam telah berkembang di Sumatra Barat, khususnya di kawasan Solok.

Tokoh sentral yang mengawali pembangunan masjid ini adalah Angku Musaur dan Angku Labai. Mereka dikenal sebagai imam dan bilal yang memiliki suara merdu dalam melantunkan adzan dan ayat suci Al-Qur’an.

Memiliki Gaya Arsitektur Tradisional

Masjid Tuo Kayu Jao
Image credit: instagram.com/konoha_irwan_setiawan

Dari segi arsitektur, Masjid Tuo Kayu Jao memiliki gaya arsitektur masjid lama dan dicampur dengan arsitektur tradisional Minangkabau. Dengan atap berbentuk limas dan bertingkat tiga, masjid ini pun dihiasi dengan mustaka pada bagian atapnya.

Di antara tumpangan setiap atapnya, terdapat ragam ornamen berupa ukiran tradisional. Pada bagian ini pun berfungsi sebagai ventilasi udara agar bagian dalam masjid tetap sejuk. Ciri khas arsitektur Mingkabau sendiri terletak pada salah satu sisi atapnya yang berbentuk melengkung seperti rumah adat Minangkabau.

Masjid ini pun memiliki sebuah bedug sebagai alat penanda waktu solat. Masyarakat setempat biasanya menyebut bedug ini dengan nama tabuah. Diperkirakan usia bedug ini pun sama dengan usia bangunan masjid.

Baca juga

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.