Asal-usul Destinasi Indonesia Inspirasi Kepulauan Mentawai Seni Seni dan Budaya Sumatera

Mengenal Makna Tato Bagi Masyarakat Tradisional Mentawai

Pinterest LinkedIn Tumblr

Kamu punya keinginan untuk memiliki tato? Memang tidak dapat dipungkiri bahwa tato sudah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat modern. Dengan berbagai teknik dan teknologi tato yang semakin canggih, kamu bisa mendapatkan visual tato yang kamu inginkan. Tapi tahu gak sih kalau tato juga ternyata merupakan bagian dari adat budaya dalam salah satu masyarakat tradisional di Indonesia sejak lama?

Nah, kalau kamu traveling ke kepulauan Mentawai di Sumatera Barat, tidak ada salahnya untuk mengunjungi pedalaman Pulau Siberut. Di sana, kita dapat menyaksikan kehidupan masyarakat pemeluk kepercayaan Arat Sabulungan yang merupakan agama asli masyarakat tradisional Mentawai. Dalam adat budaya dari Arat Sabulungan, tato dimaknai sebagai pakaian abadi yang dibawa sampai mati.

Proses Pembuatan Tato

Source: flickrhivemind.net

Berbeda dengan kebanyakan teknologi modern tato yang dipakai di daerah perkotaan, bagi masyarakat Mentawai penorehan tato dilakukan dengan menggunakan alat dan bahan tradisional seperti kayu yang diruncingkan sebagai jarum tato, bakaran tempurung kelapa dan air tebu sebagai zat pewarna, serta abu gosok sebagai obat penawar rasa sakit.

Dalam proses pembuatannya pun, harus melalui upacara adat Punen Enegat yang dipimpin oleh seorang sikerei (dukun) dengan membacakan mantra-mantra khusus. Tidak sembarangan orang bisa membuat tato, harus seorang sipatiti (pembuat tato) laki-laki yang boleh melakukannya. Biasanya sipatiti akan diberi upah dengan seekor babi.

Tato Sebagai Tanda Suku

Pada awalnya, suku-suku di Mentawai berjumlah empat: Sabelau, Samoloisa, Sababalat, dan Saleleubaja. Seiring berjalannya waktu, suku-suku tersebut mengembara dan membuat kehidupan baru di tempat lain. Karena itulah tato difungsikan sebagai pembeda antara suku yang satu dengan suku lainnya. Sebagai simbol jadi diri suku, tato menjadi batas wilayah kesukuan mereka. Perbedaan tato antar suku dapat dilihat dari perbedaan ragam motif tato durukat (untuk pria), dan motif tato dapdap (untuk wanita).

Tato Sebagai Bukti Keterampilan

Selain motif untuk membedakan suku, motif tato pun menjadi simbol keterampilan. Jenis motif tato ini sebagai bukti rasa tanggung jawab kaum pria terhadap keluarganya. Misalnya seorang pemburu binatang yang telah membunuh babi, rusa, kera, ikan, dan burung, dibuktikan dengan tato berbentuk hewan-hewan buruannya tersebut. Atau misalnya tato bagi seorang sikerei (dukun) ditandai dengan motif sibalubali (bintang) di bagian atas pundaknya.

Tato Sebagai Tanda Jalinan Kasih

Bagi masyarakat tradisional Mentawai, tato juga menjadi tanda jalinan kasih abadi antara suami dan istri. Motif yang dipakai adalah pulaingiania (keindahan) yang diambil dari bentuk tumbuh-tumbuhan. Biasanya bagi suami dan isteri, mereka memiliki bentuk motif tato yang sama bagi keduanya. Maka jenis tato seperti ini menjadi penanda bahwa seorang pria atau wanita tersebut telah menikah.

Itulah bagaimana masyarakat tradisional di Mentawai memaknai tato dalam kehidupannya. Tato tersebut menjadi salah satu adat budaya yang dimiliki oleh Indonesia dan masih bertahan hingga kini. Kamu bisa loh mengisi liburan dengan traveling mengenal lebih dalam kekayaan adat budaya negeri kita sendiri. Selamat traveling!

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.