Asal-usul Destinasi Indonesia Jawa

Mengenal Sejarah Stasiun Manggarai

Pinterest LinkedIn Tumblr

Untuk kamu yang sering beraktivitas atau sekadar jalan-jalan di daerah Jabodetabek, pasti tidak asing lagi dengan stasiun yang satu ini. Stasiun Manggarai menjadi salah satu stasiun tersibuk di Jakarta karena stasiun ini merupakan tempat transit untuk pengguna Commuter Line (KRL). Selain itu, stasiun ini pun terkenal dengan urban legend-nya hingga dibuat filmnya pada tahun 2008 berjudul “Kereta Hantu Manggarai”.

Sejarah Nama Manggarai

Banyak yang tak tahu sejarah di balik berdirinya Stasiun Manggarai. Nama “Manggarai” sendiri diambli dari nama sebuah daerah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Masyarakat daerah Manggarai, Flores Barat, pada abad-17 pindah ke lokasi Manggarai di Jakarta sekarang. Kelompok yang pindah ini kemudian memberi kawasan tersebut dengan nama yang sama dengan tanah kelahirannya. Hal tersebut bertujuan sebagai pengikat kenangan pada kampung halamannya.

Pendirian Stasiun Manggarai tidak terlepas dari sejarah perkeretaapian di Indonesia sejak masa Hindia Belanda. Sejak tahun 1870, Pemerintah Hindia Belanda membangun jalan kereta api yang melewati kawasan Manggarai. Jalur kereta yang menghubungkan Batavia (Jakarta) dengan Buitenzorg (Bogor) ini, bertujuan untuk memudahkan transportasi logistik komoditi ekonomi pada masa itu. Hasil produksi perkebunan seperti teh, gula, dan kina, dikirim ke Batavia untuk selanjutnya diekspor ke luar negeri melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Berbeda Dari Rancangan Awal

Suasana Pembangunan Stasiun Manggarai | Image source: heritage.kai.id

Stasiun Manggarai pertama kali diresmikan pada tanggal 1 Mei 1918. Bangunannya dirancang oleh seorang arsitek berdarah Belanda bernama Van Gendt. Hasil bangunan ketika stasiun ini diresmikan berbeda dari rancangan awal Van Gendt. Pada awalnya, ia merancang menggunaan baja untuk tiang-tiang peron, sementara bangunannya direalisasikan dengan material kayu jati sebagai pengganti baja. Hal tersebut dikarenakan pasokan baja yang dikirim langsung dari Eropa tidak datang, sebab gejolak Perang Dunia menghambat pengiriman material ini.

Di Jakarta, kereta api listrik sendiri pertama kali dioperasikan pada tahun 1925. Dua tahun kemudian, lintasan kereta api listrik keliling kota baru berhasil diselesaikan. Lintasan ini disebut dengan Ring Baan atau Ceintuur Baan. Tidak seperti KRL sekarang, kereta api listrik yang beroperasi pada masa itu berupa gerbong biasa yang ditarik dengan lokomotif listrik.

Seiring berjalannya waktu, pemerintah membangun jalur kereta layang yang menghubungkan Stasiun Manggarai dengan Stasiun Jakarta Kota pada tahun 1983. Bersamaan dengan pembangunan tersebut, dibuat pula jalur layang dari Stasiun Jatinegara ke Stasiun Tanah Abang. Jalur ini pun melewati Stasiun Manggarai.

Fenomena Migrasi

Di samping perkeretaapian, pada tahun 1960 terjadi fenomena migrasi besar-besaran. Hal ini membuat daerah Manggarai dibentuk menjadi pemukiman penduduk. Migrasi tersebut pun berdampak pada pertumbuhan ekonomi di kawasan ini yang menjadi lebih pesat.

KRL di Stasiun Manggarai Kini | Image source: Farid Nurman (flickr.com)

Seiring berjalannya waktu, peningkatan penduduk di wilayah Jabotabek semakin besar. Stasiun Manggarai pun mengalami beberapa kali renovasi agar dapat menampung jumlah penumpang yang hendak menggunakan kereta api listrik. Meski pun telah mengalami banyak renovasi, namun hingga kini kita masih dapat menemukan bagian-bagian bangunan lama Stasiun Manggarai yang masih bertahan.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.