Bali Destinasi Indonesia

Mengenal Sisi Tradisional Masyarakat Bali di Desa Wisata Penglipuran

Pinterest LinkedIn Tumblr

Desa Wisata Penglipuran merupakan salah satu desa wisata yang termahsyur dengan keindahan dan kedamaian yang ditawarkannya. Tidak heran karena desa ini tidak terjamah dengan kemajuan teknologi yang menjadi bagian penting masyarakat urban. Di sini, kamu bisa menyaksikan bagaimana sisi tradisional Bali masih tetap dipertahankan terlepas dari kemajuan zaman dan teknologi yang kian hebatnya mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia.

Tertarik ingin mengetahui sisi tradisional Bali yang tetap dipertahankan di Desa Wisata Penglipuran? Yuk simak informasi berikut ini!

Terbentuknya Desa Wisata Penglipuran

Image source: @nicholasandrianto

Sebelum menjadi Desa Wisata Penglipuran, desa ini hanyalah sebuah desa adat yang ingin mempertahankan kebudayaan leluhur atau nenek moyang. Akan tetapi, desa wisata ini kemudian berkembang menjadi desa yang asri dengan adanya pembangunan taman kecil dan penataan lingkungan yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa KKN dari Udayana. Kegiatan KKN sekaligus pembangunan tersebut dilakukan pada tahun 1990-an. Sekitar tahun 1991 atau 1992, mulai banyak wisatawan yang melirik keindahan desa ini. Sayangnya, pada saat itu pihak Dinas Pariwisata Daerah belum membuat kebijakan apapun untuk mengelola kawasan desa.

Image source: @dwintoros

Melihat potensi pariwisata yang bisa dikembangkan di desa ini, sesepuh dan para pemuda Desa Penglipuran serta perwakilan dari pemerintah daerah dan kota melakukan musyawarah. Melalui musyawarah tersebut, akhirnya pada tahun 1993, Desa Penglipuran yang awalnya dikenal sebagai desa adat ditetapkan sebagai Desa Wisata Penglipuran berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati No. 155 tertanggal 29 April 1993.

Pada awal penetapannya sebagai Desa Wisata Penglipuran, lokasi ini lebih dipadati oleh wisatawan asing daripada wisatawan lokal. Namun sekarang, desa wisata ini pun mampu menarik perhatian turis lokal yang ikut penasaran dengan sisi tradisional Bali yang dipertahankan di desa ini. Tata lingkungannya yang asri, ketenangan, dan kebersihan yang ditawarkan di desa ini pun terlalu sayang untuk dilewatkan oleh para wisatawan.

Serba-serbi Desa Penglipuran

Image source: @dwintoros

Nama penglipuran terbentuk dari akronim pengeling dan pura. Kombinasi kata ini memiliki arti mengingat tempat suci (para leluhur). Sedangkan awalnya, penduduk desa ini berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani yang berpindah ke Desa Penglipuran atau yang dulu dikenal sebagia Desa Kubu Bayung. Setelah menetap secara permanen di desa ini, mereka pun berinisiatif untuk menjaga kearifan budaya Bali.

Image source: @desa_adat_penglipuran

Desa Wisata Penglipuran tercatat memilili lebih dari 980 jiwa penduduk yang tersebar di 76 pekarangan dari total 112 hektar luas desa ini. Rumah-rumah yang mereka huni memiliki ukuran yang sama dan tampilan eksetior yang hampir mirip satu sama lain. Setiap rumah nya pun memiliki Angkul-angkul, gerbang yang biasa kamu temui di rumah adat Bali.

Lokasi

Meskipun tidak terjamah oleh kemajuan zaman dan teknologi, tidak sulit kok untuk sampai ke Desa Penglipuran. Desa ini tepatnya berlokasi di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Desa yang berada di ketinggian 700 mdpl ini dapat ditempuh dengan jarak 45 km dari Denpasar.  Penglipuran juga tidak jauh  dari Gunung Batur atau Kintamani. Atau kamu bisa juga menggunakan jasa tour & travel yang menyediakan paket kunjungan wisata ke Desa Penglipuran. Tidak sulit, bukan?

Dini
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.