Maluku Seni dan Budaya

Mengenal Terompet Kerang Tahuri dari Maluku

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sebagai kawasan kepulauan, tentu Maluku menyimpan panorama alam yang sangat memukau. Dengan kondisi seperti itu, banyak masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir memanfaatkan sumber alam dari lautan untuk produk-produk kebudayaan mereka. Salah satu yang unik adalah kulit kerang laut yang dijadikan alat musik tradisional bernama Tahuri.

Selain dijadikan kerajinan, masyarakat di Maluku menjadikan kulit kerang (kulit bia) sebagai terompet. Negeri Hutumuri merupakan daerah yang mengembangkan alat musik ini. Letaknya berada di kawasan pesisir di Kecamatan Leitimur Selatan.

Tidak Hanya Dimainkan sebagai Musik Pengiring Tarian

Orkestra Tahuri
Orkestra Tahuri | Image source: instagram.com/gempollpleret

Terompet kerang ini dimainkan secara berkelompok oleh para remaja dalam sebuah orkestra. Musik ini pun juga dimainkan sebagai pengiring tarian-tarian tradisional seperti Tari Cakalele.

Sebelum menjadi alat musik pengiring, Tahuri dahulu digunakan untuk penanda kepada masyarakat agar berkumpul di balai pertemuan. Tiupan Tahuri pun dahulu dipakai sebagai penanda berita duka. Kemudian terompet kerang ini juga dijadikan sebagai instrumen pengiring tarian.

Tahuri dikembangkan oleh masyarakat marga Horhoruw. Sekitar tahun 1961, beberapa kelompok seniman di antaranya Bapak Dominggus P. Horhoruw dan Bapak Charolis Horhoruw, menciptakan musik ini dalam sebuah orkestra bernama Pela Nyong. Seiring berjalannya waktu, musik Tahuri dilanjutkan oleh anak dan cucu keturunan Horhoruw.

Jenis-Jenis Kulit Kerang yang Digunakan

Tahuri
Kulit Bia | Image source: instagram.com/soukotta_nova

Ada beberapa jenis kulit kerang laut (kulit bia) yang digunakan untuk Tahuri. Di antaranya ada kerang Bia Duri Lemon, dengan beberapa bagian tajam di bagian punggu kerangnya. Kemudian ada Bia Capeu dengan bentuk kulit kerang yang lebih halus, serta Bia Tahuri yang bentuk kulitnya memutar.

Suara kulit kerang (kulit bia) yang bernada dihasilkan dari lubang-lubang yang sengaja dibuat pada bagian tubuh kulit kerang. Dengan lubang seperti itu, suara Tahuri akan keluar dengan nada-nada yang beragam.

Ukuran kerang pun memengaruhi tinggi-rendahnya suara yang dihasilkan. Semakin kecil ukurannya, suara terompet kerang ini akan semakin melengking. Sementara semakin besar ukuran kulit kerangnya, suaranya pun semakin rendah.

Baca juga Ekspedisi Wallace dalam Menjelajahi Keanekaragaman Fauna Indonesia

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.