Destinasi Indonesia Jawa Seni Seni dan Budaya

Mengintip Kawasan Batik Trusmi, Destinasi Wisata Batik di Cirebon

Pinterest LinkedIn Tumblr

Tidak sah rasanya jika berlibur ke Cirebon tanpa mengunjungi Kawasan Batik Trusmi yang letaknya di daerah Plered. Kawasan ini adalah pusat batik terbesar di Cirebon. Di sana terdapat banyak toko batik berjejer yang selalu tampak ramai. Tempat ini merupakan surga untuk berburu beragam produk batik Cirebon langsung dari produsennya. Kita pun dapat melihat proses pembuatan batik yang dikerjakan oleh masyarakat Kampung Batik Cirebon. Selain itu, beragam tempat untuk menikmati kuliner pun dapat kita temukan di daerah ini.

Gapura Kawasan Batik Trusmi | Image credit: direktori.cirebonkab.go.id

Berlokasi di bagian barat Kota Cirebon, kawasan ini tidak terlalu sulit untuk dijangkau. Jika ke Cirebon melalui Tol Cikampek-Palimanan, lokasi Kawasan Batik Trusmi ini hanya sekitar 1 KM dari gerbang tol. Ketika keluar dari tol, kita akan dengan mudah menemukan gapura bata merah khas kawasan tersebut.

Motif Batik Cirebon

Batik-batik di Cirebon dipengaruhi aspek geografinya yang dekat pantai, serta keberadaan dua buah keraton. Maka batik Cirebon dikategorikan sebagai batik pesisir, juga kelompok batik keraton. Beragam motif yang dibuat oleh masyarakat Desa Trusmi antara lain Mega Mendung, Singa Payung, Gunung Giwur, Paksi Naga Liman, Banjar Balong, dan masih banyak lagi.

Asal Usul Kampung Batik Trusmi

Beredar kisah asal muasal daerah ini menjadi desa batik berawal dari cerita tentang Sultan Keraton. Dahulu, ia menyuruh orang di daerah Trusmi untuk membuat batik mirip seperti yang dimilikinya, namun tidak diberikan contoh aslinya, hanya diperlihatkan motifnya saja. Masyarakat Kampung Trusmi kemudian menjalankan tantangan tersebut, lalu tiba saatnya untuk menunjukkan hasil batiknya kepada Sultan.

Ketika batik-batik buatan masyarakat disandingkan dengan batik asli miliknya, ternyata hasilnya sangat mirip. Hingga ia sulit membedakan mana yang buatan masyarakat, dan mana yang asli miliknya. Kemudian Sultan pun mengakui kepandaian orang-orang Trusmi dalam membuat batik.

Perkembangan Kampung Batik Trusmi

Kampun Batik Trusmi kini memiliki lebih dari 40 showroom batik yang telah berkembang. Pada awal perkembangannya, hanya ada 8 showroom batik saja, yakni Batik Katura, Batik Ibr, Batik Annur, Batik Asofa, Batik Nofa, Batik Nedi Masina, Batik Ninik Ichsan, dan Batik Jaya Hendi. Perkembangan batik Cirebon disertai dengan promosi ke luar daerah melalui beragam jenis promosi seperti pameran, pentas, dan lainnya. Hal tersebut didukung oleh pemerintah Cirebon sendiri.

Pengrajin batik di Kampung Trusmi | Image credit: Anthony4L {flickr.com)

Seiring dengan perkembangan pasar batik, khususnya di Kampung Batik Trusmi, perekonomian Cirebon menjadi meningkat. Banyak lapangan pekerjaan tercipta bagi masyarakat setempat. Selain batik, banyak pengusaha pun membuka beragam tempat-tempat kuliner di daerah ini.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.