Informasi

Mengurangi Sampah Makanan Sisa, Tiru Kebiasaan Negara-Negara Ini!

Pinterest LinkedIn Tumblr

Apa kamu salah satu yang suka buang makanan sisa? Pasti kamu pernah merasakan yang namanya bingung untuk menyikapi masalah ini di rumah. Tahukah kamu, berdasarkan riset Food Sustainability Index 2017 yang telah dirilis oleh The Economist Intelligence Unit (EIU), Indonesia berada di posisi kedua setelah Arab Saudi dengan kategori negara limbah makanan yang terbuang atau Food Loss and Waste. Jadi, bisa dikatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang mubazir terhadap makanan.

Padahal, jika kita renungkan sejenak, banyak juga masyarakat di dunia masih kekurangan bahan pangan. Bahkan banyak juga negara yang harus bertahan menghadapi masalah gizi buruk. Kalau kamu begitu peduli akan hal ini dan ingin lebih bijak dalam menyikapi masalah mubazir makanan. Kamu bisa lihat negara-negara lain dalam mengatasi makanan sisa di rumah.

Italia

Untuk Mengurangi Sampah Makanan Sisa, Tiru Kebiasaan Negara-Negara Ini!
doc. Jakub Kapusnak

Di negara ini, pemerintahnya memiliki Undang-Undang (UU) yang mewajibkan setiap keluarga membawa kantung setiap pergi makan di luar rumah. Kantung tersebut digunakan untuk membawa makan sisa yang tidak habis saat makan di luar. Selain itu, pelaku bisnisnya pun akan dikenakan sanksi – pajak limbah, jika membuang makanan sisa.

Jika di Italia mereka terbiasa karena UU yang mengatur membawa kantung untuk makanan sisa, kenapa kamu tidak coba tiru kebiasaannya? Tidak perlu sungkan atau malu untuk membawa wadah khusus dan kantung sendiri untuk menaruh makanan sisa yang kamu makan saat ke resto atau café dan menghabiskannya di rumah.

Inggris

Untuk Mengurangi Sampah Makanan Sisa, Tiru Kebiasaan Negara-Negara Ini!
doc. John Tecuceanu

Lain halnya dengan Negeri Ratu Elizabeth ini, pemerintah Inggris membuat gerakan menarik bagi yang sering mubazir terhadap makanan, yakni dengan mengajak masyarakatnya gemar mengonsumsi buah dan sayur. Bukan tanpa alasan, pasalnya sampah sisa sayur dan buah mudah terurai sehingga dapat didaur ulang menjadi pupuk ramah lingkungan. Selain itu, gerakan ini pun didukung dengan pemberian harga yang jauh lebih murah untuk panganan sayur dan buah, dengan persentase harga miring sebesar 30 persen.

Kamu juga bisa meniru kebiasaan ini, yaitu memanfaatkan bahan atau sisa makanan buah dan sayur kamu menjadi pupuk ramah lingkungan. Kamu juga bisa melihat resep-resep praktis untuk memasak makanan sisa, bila perlu.

Denmark

Untuk Mengurangi Sampah Makanan Sisa, Tiru Kebiasaan Negara-Negara Ini!
doc. Markus Winkler

Para pelaku bisnis di Denmark begitu peduli dengan masalah sampah makanan sisa, sehingga mereka pun memilih untuk memangkas ukuran makanan yang dijual. Hal tersebut diupayakan untuk mengurangi kebiasaan mubazir makanan.

Nah, untuk kamu pelaku bisnis, bisa juga untuk mempertimbangkan satu ini. Kamu juga bisa membuat satu menu makanan yang bisa kamu bagi lagi porsinya. Contoh kecil, membuat cake per piece, atau satu buah roti yang dapat dibagi menjadi dua porsi.

Rusia

white cream on brown round bowl
doc. Victoria Shes

Konon, di Rusia tidak ada yang namanya gengsi membungkus makanan sisa. Di sana masyarakatnya diharuskan untuk menghabiskan makanan atau jika tidak habis, makanan harus dibawa pulang. Walaupun tidak ada aturan tertulis seperti negara-negara sebelumnya, namun kamu tentu akan mendapat sanksi sosial, yakni sikap yang tidak menyenangkan dari pengunjung resto atau pegawai di sekitar kamu.

Mungkin di Indonesia kamu bisa mendapat perlakuan yang berbeda dengan di Rusia, namun jika kamu peduli dengan permasalahan makanan sisa atau mubazir. Tidak salah kok kalau kamu bisa terapkan kebiasaan baik ini.

Itulah beberapa negara yang menerapkan pengurangan makanan sisa dan bisa kamu tiru di kehidupan sehari-hari. Kira-kira negara apalagi yang kamu tahu menerapkan hal serupa?

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.