Papua

Menjelajahi Agats, Kota di Atas Papan Kayu

Pinterest LinkedIn Tumblr

Ada sebuah kota unik di timur Indonesia. Kehidupan masyarakat di kota ini berlangsung di atas papan-papan kayu. Tempat tersebut adalah Agats, salah satu distrik yang berada di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. Lokasi Agats berada di pesisir selatan Papua dekat Laut Arafura.

Mengapa kehidupan masyarakat di Agats berlangsung di atas papan-papan kayu? Secara geografis, kondisi wilayah Agats berupa lumpur dan rawa-rawa. Masyarakat di sini membangun jalan berbahan kayu. Seluruh bagian kota dihubungkan dengan jalan-jalan kayu ini. Bangunannya pun dibuat dengan struktur rumah panggung.

Agats
Image credit: instagram.com/rioablert

Konstruksi jalan kayu-kayu di Agats berdiri setinggi 2 meter dari permukaan tanah. Kayu yang digunakan untuk jalan ini adalah jenis kayu besi (merbau) berbentuk silinder yang ditancapkan ke dalam tanah sebagai tiang penyangga jalan. Kedalaman tiang kayu ini adalah 3 meter di dalam tanah. Total seluruh jalan-jalan kayu di Agats diperkirakan sepanjang 5.000-7.000 meter.

Transportasi yang Digunakan

Untuk menjangkau tempat-tempat di dalam Agats, kendaraan yang diperbolehkan digunakan di atas jalanan kayu adalah sepeda dan motor. Belakangan, masyarakat Agats pun menggunakan sepeda motor listrik untuk bepergian. Mobil tidak dapat melewati jalan ini karena bebannya yang terlalu berat akan merusak jalan. Meski infrastruktur di sini sangat terbatas, tetapi fasilitas publiknya cukup lengkap. Agats dilengkapi dengan rumah sakit, sekolah, pasar, kantor pos, hingga bandar udara.

Agats
Image credit: instagram.com/rioablert

Khusus untuk pembangunan landasan di Bandara Ewer, menggunakan tikar baja yang disusun menjadi alas landasan. Ukuran landasannya tidak sebesar di bandara pada umumnya. Pesawat yang bisa mendarat pun hanya pesawat berukuran kecil.

Baca juga Jangan Lewatkan 5 Pesona Taman Nasional Teluk Cenderawasih Ini!

Hal unik lainnya di Agats adalah sebuah lapangan yang seluruh permukaannya berupa papan kayu. Lapangan ini biasa dipakai masyarakat, khususnya para pelajar, untuk bermain sepak bola. Ketika orang-orang bermain di lapangan ini, suara kayunya menimbulkan suara gemeletuk yang khas.

Jew sebagai Bangunan Terbesar

Salah satu bangunan penting di Agats adalah Jew, atau Rumah Bujang. Bangunan ini merupakan rumah adat suku Asmat. Dalam kehidupan berkomunitas, rumah adat ini wajib dibangun sebagai pusat masyarakat. Di Agats, Jew merupakan bangunan terbesar dengan posisi menghadap ke sungai. Jew memiliki arti sebuah spirit yang menggerakkan kehidupan bermasyarakat suku Asmat. Rumah ini menjadi tempat berlangsungnya pertemuan dan upacara adat.

Jew dibuat dengan material-material kayu, sementara bagian atapnya terbuat dari daun sagu atau daun nipah yang disusun dengan dianyam. Di Jew terdapat patung bis yang merupakan cerminan leluhur suku Asmat. Patung ini dipercaya dapat mengusir roh jalan yang dapat mengganggu penghuni rumah.

Jika tertarik untuk mendatangi kota ini, kita perlu melakukan penerbangan menuju Bandara Mozes Kilangin di Timika. Dari bandara ini, penerbangan dilanjutkan menggunakan pesawat Twin Otter dengan kapasitas tidak lebih dari 20 orang. Kemudian pesawat tersebut akan membawa kita ke Bandara Ewer.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.