Seni dan Budaya

Menjelajahi Keindahan 5 Candi di Klaten

Pinterest LinkedIn Tumblr

Kabupaten Klaten di Jawa Tengah menyimpan warisan berupa candi-candi dari masa kerajaan kuno yang menjadi saksi dinamika kebudayaan yang pernah terjadi di Tanah Jawa. Kawasan percandian tersebut kini menjadi potensi wisata yang memesona.

Ada candi apa saja yang menarik untuk dijelajahi? Yuk simak rangkumannya dalam ulasan Holamigo berikut ini!

Candi Plaosan

Plaosan Klaten
Image source: instagram.com/mfajarshidiq

Di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, terdapat dua buah kompleks candi bernama Candi Plaosan Lor (utara) dan Candi Plaosan Kidul (selatan). Candi bercorak Buddha ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi.

Bangunan utama di Candi Plaosan Lor berupa dua bangunan bertingkat yang dikelilingi dengan pagar batu. Pada bagian dalam bangunan utama tersebut terdapat enam ruangan. Di dalamnya terdapat tiga buah arca Buddha dan berbagai relief.

Candi Lumbung

candi lumbung
Image source: xiquinhosilva (flickr.com)

Masih di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, terdapat sebuah candi bercorak Buddha yang diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi di masa Kerajaan Mataram Kuno.

Bangunan candi utamanya telah hancur dan hanya menyisakan reruntuhan. Namun kita masih bisa melihat sebagian candi yang memiliki atap berupa stupa. Di sini pun terdapat beberapa arca serta ukiran yang masih tersisa.

Candi Sewu

Candi Sewu platen
Image credit: Julien (flickr.com)

Salah satu kompleks candi yang terkenal di Desa Bugisan, Klaten, adalah Candi Sewu. Candi bercorak Buddha ini letaknya hanya 8 meter dari Candi Prambanan. Pembangunan candi ini diperkirakan pada abad ke-8 Masehi.

Bentuk asli candi ini memiliki 249 bangunan yang disusun dengan bentuk mandala wajradhatu dalam kosmologi Buddha Mahayana. Candi utama di kompleks ini memiliki denah berbentuk seperti salib yang menjorok ke setiap penjuru mata angin. Saat ini kita bisa melihat sisa reruntuhan bangunan candi yang mengelilingi bangunan utama.

Candi Bubrah

flatten
Image source: Wikimapia

Tidak banyak yang tahu bahwa di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, terdapat kompleks candi bernama Candi Bubrah. Sesuai warnanya yang berarti ‘hancur’, candi ini hanya menyisakan bagian kaki candi berbentuk persegi panjang memanjang ke arah selatan dan utara.

Dari bentuk kaki candi tersebut, dapat diperkirakan bahwa candi ini bercorak Buddha. Kaki candi ini memiliki tinggi sekitar 2 meter. Meski tampak hancur, namun kita masih bisa melihat sisa relief-relief yang masih dipahat pada bagian kaki candi. 

Candi Sajiwan

Candi Sajiwan Klaten
Image source: integral.com/risnapravita

Candi lainnya yang bercorak Buddha di Klaten adalah Candi Sajiwan (Sojiwan). Letaknya berada di Dukuh Kalongan, Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. 

Candi ini memiliki atap bertingkat dengan jajaran stupa. Di bagian kaki candi terdapat relief dari kisah Pancatantra atau Jataka. Pada bagian dalam candi terdapat relung yang dahulu digunakan sebagai tempat menyimpan arca. Salah satu arca yang selamat adalah arca Buddha, namun bagian kepalanya tampak rusak.

Baca juga Apa Perbedaan Candi Bercorak Hindu Dan Buddha?

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.