Seni

Nostalgia dengan Sang Guru Gambar di Taman Tino Sidin

Pinterest LinkedIn Tumblr

Tino Sidin merupakan sosok yang memiliki tempat di hati anak generasi 80-an. Ia dikenal sebagai guru gambar dalam sebuah program bertajuk “Gemar Menggambar”. Acara tersebut ditayangkan pada tahun 1978 – 1989 di seluruh Indonesia oleh TVRI.

Dalam acara tersebut, anak-anak diajarkan cara menggambar dengan sederhana. Mulai dari cara menggambar burung, hingga pemandangan, semua bisa diajarkan oleh Tino Sidin. Selain segmen belajar menggambar, dalam acara tersebut pun terdapat segmen yang menampilkan karya-karya gambar dari anak-anak di seluruh Indonesia.

Memorabilian Sang Guru Gambar

Tino Sidin
Image credit: instagram.com/tinosidin_

Untuk mengenang sosok guru gambar ini, pada tahun 2014 didirikan sebuah museum di Bantul yang dikemas sebagai memorabilia. Museum dengan nama Taman Tino Sidin ini menempati bangunan rumah tinggal Pak Tino.

Taman Tino Sidin memiliki tiga lantai dengan fungsi sebagai museum, ruang pameran, perpustakaan, dan sanggar seni. Sebelum masuk, kita akan disambut dengan patung figur sang guru gambar yang sedang duduk sambil membawa kanvas dan kuas. Lengkap dengan topi baret dan kacamata andalannya.

Museumnya sendiri terletak di lantai dasar. Di sini ditampilkan lukisan-lukisan dan gambar-gambar sketsa karya Tino Sidin. Sedikitnya 30 lukisan dan lebih dari 100 gambar sketsa dipajang di ruangan ini. Selain itu, terdapat informasi mengenai kisah hidupnya lengkap dengan benda-benda pribadi seperti kemeja, peci, dan tasbih.

Kita pun bisa melihat artefak-artefak yang berhubungan dengan acara “Gemar Menggambar”. Di antaranya dokumen, tanda terima honor, dan tandan terima bantuan dari Presiden Soeharto.

Belajar Menggambar di Museum

Image credit: instagram.com/tinosidin_

Selain koleksi lukisan, sketsa, dan artefak, di museum ini kita bisa menonton tayangan acara “Gemar Menggambar” sambil mencoba tutorial yang diberikan. Di sini pun telah disediakan kertas dan alat gambarnya.

Di lantai selanjutnya kita masih bisa melihat koleksi lukisan dan gambar sketsa. Disediakan pula perpustakaan yang menyimpan koleksi buku Pak Tino, buku anak, serta buku-buku mengenai seni rupa. Selain itu terdapat sanggar seni untuk anak-anak TK dan SD. Sanggar ini dikelola oleh anak dari Pak Tino, yakni Bu Titik. 

Baca juga Mulai Dari Wabah Hingga Santet, Terangkum Dalam Museum Kesehatan

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.