Seni

Papermoon Puppet Theater, Bercerita Melalui Pertunjukan Boneka

Pinterest LinkedIn Tumblr

Apa jadinya jika seni rupa, seni musik, dan seni pertunjukan boneka digabungkan? Itulah yang dilakukan oleh Papermoon Puppet Theater. Kelompok teater yang dibuat oleh Maria Tri Sulistyani dan Iwan Effendi ini sudah dikembangkan sejak tahun 2006.

Ria, Iwan, dan tim Papermoon Puppet Theater lainnya membuat dan menampilkan pertunjukan boneka. Setiap pertunjukan memiliki boneka khusus tersendiri dan tidak digunakan untuk cerita pada pementasan lainnya. Maka di studio mereka ada banyak sekali boneka.

Membuat dan Menampilkan Pertunjukan Boneka

Semua boneka tersebut dibuat di sebuah rumah unik di Desa Sembungan, Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta. Rumah ini merupakan studio tempat Ria dan kawan-kawan meracik pertunjukan bonekanya tersebut.

Tema-tema dalam pertunjukan yang diangkat oleh Papermoon Puppet Theater banyak menceritakan mengenai kemanusiaan, sosial, dan lingkungan. Uniknya, cerita yang disampaikan tidak menggunakan dialog seperti pada umumnya pertunjukan boneka, melainkan melalui gestur tubuh para boneka yang digerakan.

Pementasan boneka Papermoon Puppet Theatre sudah melanglangbuana ke berbagai kota di Indonesia dan berbagai negara seperti Jepang, Belanda, Australia, hingga Amerika Serikat. Beragam penghargaan internasional pun pernah diraih oleh kelompok teater boneka ini.

Pesta Boneka dengan Skala Internasional

Papermoon
Image credit: Papermoon Puppet Theatre, Indonesia (facebook.com)

Sejak tahun 2008, Papermoon Puppet Theatre menggagas sebuah festival pertunjukan teater boneka yang bertajuk “Pesta Boneka”. Pertunjukan dua tahunan ini digelar di Yogyakarta dengan melibatkan berbagai praktisi teater boneka dari berbagai negara. Selain pertunjukan, Pesta Boneka pun menyajikan lokakarya, makan bersama, serta pemutaran film.

Tahun 2020 ini, Papermoon Puppet Theatre menerbitkan buku berjudul Selepas Napas yang ditulis oleh 25 kontributor di antaranya seniman, akademisi, produser, dan masih banyak lagi. Salah satu kontributor yang menuliskan pandangannya mengenai kelompok teater boneka ini adalah aktor Indonesia, Nicolas Saputra.

Jika ingin melihat proses di balik layar penampilan kelompok teater boneka yang satu ini, kita bisa datang ke studio Papermoon Puppet Theatre. Namun sebenarnya studio ini bukan tempat umum yang bisa dikunjungi kapan saja. Maka harus melakukan komunikasi lewat email untuk membuat janji kunjungan.

Baca juga Nostalgia Dengan Sang Guru Gambar Di Taman Tino Sidin

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.