Inspirasi Nusa Tenggara Timur

Pulau Komodo Disarankan Tak Dikunjungi di Tahun 2020, Mengapa?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Pulau Komodo merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi andalan pariwisata Indonesia. Keberadaan hewan langka di pulau tersebut sukses menarik banyak pengunjung untuk datang. Banyak media wisata yang mengulas mengenai pariwisata di pulau tersebut. Wisatawan yang berkunjung tak hanya wisatawan lokal, banyak juga wisatawan mancanegara bahkan orang terkenal. Pembalap MotoGp Jorge Lorenzo atau artis Amerika Serikat, Gwyneth Paltrow, juga pernah singgah di sini.

Setelah heboh akan ditutup dan mengalami kebakaran, Pulau Komodo kini kembal ramai di media sosial. Destinasi wisata favorit ini masuk sebagai daftar salah satu destinasi wisata yang tidak disarankan untuk dikunjungi. Ini ditulis oleh sebuah media wisata asal Amerika Serikat yang bernama Fodor’s Travel.

Mengapa Pulau Komodo Masuk dalam No List?

Pulau Komodo
Image Source Flickr.com/David Stanley

Tentu banyak yang heran mengapa destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur ini dimasukkan ke dalam daftar “No List 2020” oleh Fodor’s Travel. Ternyata salah satu alasannya karena pulau ini termasuk ke dalam destinasi wisata yang terlalu murah. Menurut media Amerika Serikat ini, seharusnya pajak turis itu sudah sepatutnya dinaikkan demi kelestarian hewan langka tersebut. Pajak turis yang terlalu murah ditakutkan akan menyebabkan pariwisata massal yang bisa mengancam kehidupan dan kelestarian Pulau komodo itu sendiri.

Menurut Fodor’s Travel, penting bagi para turis untuk melihat seberapa jauh pemerintah juga komunitas lokal berusaha untuk menjaga kelestarian sebuah destinasi wisata. Hal ini jauh lebih penting daripada menandai tempat wisata yang ada dalam bucket list.

Sempat akan Ditutup

Media Wisata
Image Source @viajerofelizz

Sebelum masuk dalam daftar “No List 2020” dalam media wisata Amerika Serikat, Pulau Komodo sempat akan ditutup oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat. Alasannya untuk memperbaiki ekosistem di pulau tersebut karena baik jumlah komodo dan mangsanya diperkirakan menyusut. Sang Gubernur berencana untuk menutup pulau yang dihuni komodo ini selama satu tahun. Namun penolakan dari masyarakat setempat  dan juga keputusan yang diambil oleh Arief Yahya, Menteri Pariwisata Kabinet Kerja membuat para wisatawan dan masyarakat bisa merasa lega. Destinasi wisata ini tak jadi ditutup.

Keputusan Diserahkan Pada Pembaca

Amerika Serikat
Image Source @komodology

Meskipun masuk dalam daftar “No List”, tapi keputusan terakhir ada di para pembaca apakah mereka akan tetap berkunjung atau tidak. Itu karena merekalah yang nanti akan melakukan perencanaan perjalanan. Jadi menurut media wisata Amerika Serikat ini, yang ditampilkan dalam “No List” bukan berarti menjadi destinasi terlarang. Justru mereka ingin memberikan bahasan yang sebenarnya.

Apakah kamu akan tetap pergi ke Pulau Komodo?

Sansan
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.