Asal-usul Destinasi Jawa Teknologi

Reaktivasi Jalur Kereta Api Legendaris Cibatu – Garut

Pinterest LinkedIn Tumblr

Kereta api sudah menjadi transportasi darat andalan di Pulau Jawa. Dibandingkan dengan pilihan moda transportasi massal darat lainnya, kereta api lebih bebas hambatan karena tidak perlu bermacet-macet selama perjalanan. Meski begitu, beberapa jalur kereta api di Pulau Jawa sempat dimatikan, salah satunya rute Cibatu – Garut – Cikajang. Jalur ini merupakan jalur lengendaris yang telah dibangun sejak abad ke-19. Salah satu aktor Hollywood, Charlie Chaplin, pernah melewati jalur ini ketika melakukan perjalanan liburannya di Pulau Jawa dan Bali. Dia datang bersama aktris bernama Mary Pickford.

Setelah sempat ditunda beberapa bulan, PT Kereta Api Indonesia melakukan uji coba reaktivasi jalur kereta api Cibatu ke Wanaraja, pada Oktober 2019. Warga-warga Cibatu tampak antusias menyambut uji coba tersebut. Reaktivasi jalur kereta ini dapat mendukung pariwisata di Jawa Barat, khususnya di daerah Garut yang memiliki banyak sekali potensi wisata alam dan budaya menarik. Jika jalur kereta api ini sudah siap pakai, akses Garut dengan Jawa Tengah menggunakan kereta api dapat lebih mudah. Masyarakat pun tidak perlu mengaksesnya ke Stasiun Cibatu lagi.

Beroperasi Lagi di Tahun 2020

Menurut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro, jalur kereta api ini ditargetkan sudah dapat dipakai oleh publik di awal tahun 2020, sekitar bulan Januari dan Februari. Reaktivasi jalur ini baru setengahnya, yakni 9,3 KM dari Cibatu ke Wanaraja. Tahap selanjutnya dari Wanaraja ke Garut sekitar 9 KM.

Jalur Cibatu – Garut Sejak Abad ke-19

Jalur Cibatu-Garut sudah dibangun pada abad ke-19 dan dibuka di tahun 1889. Pembuatan jalur ini tidak lepas dari rencana Pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, untuk membuat jalur transportasi dari Buitenzorg (Bogor) dengan Jogjakarta (Yogyakarta). Kereta api menjadi pilihan transportasi yang dikembangkan untuk menyalurkan hasil perkebunan di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah seperti teh, kopi, gula, dan lainnya.

Staatsspoorwegen (SS) adalah perusahan yang pada masa Hindia Belanda mengembangkan rencana pembangunan jalur kereta api tersebut. Salah satu tantangan terbesar dalam merancang jalur ketika melewati wilayah Jawa Barat adalah kondisi geografisnya berupa pegunungan.

Baca artikel terkait

Jakarta-Bandung Ditempuh Lebih Cepat dengan KA Argo Parahyangan Excellence

Menilik Jembatan Cirahong, Jembatan Legendaris Berfungsi Ganda

Berkereta dengan Lokomotif Kuno di Museum Kereta Api

Mengenal Sejarah Stasiun Manggarai

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.