Asal-usul

Selamat Hari Catur Sedunia! Yuk Kenali Asal Usul Catur!

Pinterest LinkedIn Tumblr

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan tanggal 20 Juli sebagai Hari Catur Sedunia. Tentu saja permainan ini sudah dikenal di berbagai negara sejak ratusan tahun yang lalu. Bagaimana sih asal usul catur hingga dikenal hari ini? Yuk simak ulasan Holamigo berikut ini! 

Berasal dari Permainan Chaturanga

Asal usul catur berawal dari sebuah permainan asal India bagian utara bernama chaturanga. Permainan ini populer pada abad ke-7. Nama chaturanga diambil dari istilah formasi perang dalam kisah Mahabharata. Belum ada temuan sejarah mengenai aturan dalam permainan chaturanga. Kemungkinan dimainkan di atas papan dengan 64 persegi. 

Dimainkan oleh Masyarakat Persia dengan Nama Shatranj

Image source: http://history.chess.free.fr

Permainan chaturanga yang menjadi asal usul catur pada awalnya berkembang hanya di India. Kemudian permainan ini meluas ke kawasan utara India seperti Pakistan, Afghanistan, hingga sebagian kawasan Persia karena hubungan perdagangan. 

Masyarakat Persia mengembangkan permainan tersebut ke dalam permainan shatranj. Aturannya mirip dengan catur yang sekarang dikenal. Dimainkan oleh dua orang, masing-masing memiliki 16 pion yang terdiri dari shah(raja), firzan (menteri), fil (pasukan gajah), faras (pasukan kuda), rukh (sekarang dikenal dengan benteng), dan baidaq (prajurit).

Catur Pertama Kali Masuk Eropa Lewat Spanyol 

Asal usul catur
Image source: games.rengeekcentral.com

Asal usul catur di Eropa baru berkembang pada abad ke-10. Permainan ini dibawa oleh bangsa Persia pada era Byzantium. Masyarakat Muslim pada saat itu membawa permainan shantranj ke daerah Afrika Utara, Sisilia, kemudian Spanyol.

Permainan ini pun dibawa oleh bangsa Viking lebih jauh lagi ke kawasan Inggris dan Islandia. Catur menjadi permainan yang digemari oleh berbagai kalangan. Raja-raja yang menyukai permainan ini di antaranya Raja Henry I, Henry II, John, dan Richard I dari Inggris, Alfonso X dari Spanyol, serta Ivan IV dari Rusia.

Berkembang di Negara-Negara Asia Timur

Image source: Wikimedia Commons

Sementara di beberapa negara di Asia Timur terdapat berbagai jenis catur yang lain. Di antaranya Xiangqi dari Tiongkok, Janggi dari Koreadah Shogi dari Jepang. Asal usul catur di kawasan Asia Timur ini pun tidak terlepas dari permainan chaturanga dari India.

Catur Xiangqi dimainkan dengan menggunakan biji-biji berbentuk pipih dan melingkar. Pada bagian atas setiap biji tersebut dituliskan beberapa peran seperti jian (raja), shi (meteri), xiang (gajah), ma (kuda), ci (benteng), pau (meriam), dan zu atau bing (pion).

Xiangqi mirip dengan catur Korea, Janggi. Bedanya, dalam Janggi, posisi raja/jenderal dimulai dari baris kedua. Sementara Shogi, catur Jepang, terdapat beberapa aturan yang berbeda pula. Misalnya ketentuan bisa memainkan kembali buah/pion yang telah ditangkap oleh lawan. 

Stardardisasi Aturan Catur pada Abad ke-19

Asal Usul Catur
Image source: Wikimedia Commons

Pada awalnya catur hanya berkembang di kawasannya masing-masing dengan aturan yang berbeda-beda. Lalu perkembangan dunia modern turut berdampak pada permainan ini. Kesamaan aturan catur perlahan bertahan pada abad ke-15 hingga 18. Kemudian dilakukan standardisasi aturan catur dunia pada abad ke-19, seiring dengan berdirinya Federasi Catur Dunia (FIDE) pada 24 Juli 1924.

Itulah asal usul catur hingga penjadi permainan papan yang kita kenal hari ini. Apakah kamu salah satu yang mengemari permainan yang satu ini?

Baca juga Kenapa Bulan Ramadhan Identik Dengan Ornamen Lentera?

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.