Asal-usul

Suku Nenets: Berkenalan Dengan Suku Terakhir Dari Siberia

Pinterest LinkedIn Tumblr

Di masa modern dengan segala kecanggihan teknologinya ternyat belum mampu menggoyahkan tradisi dan budaya suku Nenets. Mereka masih tetap menjalani cara hidup tradisional sebagai penjaga wilayah Arktik Siberia.

Budaya dan gaya hidup suku Nenets ini berhasil selamat dari berbagai ancaman yang dapa mengancam eksistensi mereka, seperti upaya Rusia untuk membersihkan suku-suku etnis. Tapi bukan itu saja tantangan yang dihadapi. Mereka juga harus menghadapi perubahan iklim dan sumber daya alam yang menipis.

Tempat asal suku Nenets

Suku Nenets telah menempati Semenanjung Yamal selama berabad-abad lamany. Padahal wilayah ini jarang dikunjungi. Dalam bahasa asli mereka, kata Yamal sendiri berarti “Akhir Daratan”. Kondisi alamnya terbilang masih liar dan terpencil. Iklimnya pun sangat keras. Tapi tempat ini menjadi salah satu lokasi terbaik untuk melihat Aurora dari belahan bumi Utara.

ARTIKEL TERKAIT:

Budaya masyarakat Nenets

anak dari suku Nenets
Anak dari suku Nenets dengan warna pipi alami-CGTN

Suku Nenets hidup bersama dengan kawanan rusa. Setiap tahun mereka melakukan perjalanan menggembala kawanan rusa untuk menemukan padang rumput. Dalam perjalanan tersebut, mereka harus melintasi ribuan kilometer per tahun melintasi sungai beku pada suhu serendah -50 ° C. Pada saat mereka telah menyeberangi perairan beku Sungai Ob dan mencapai tundra yang tandus di tepi Laut Kara, mereka mungkin telah menempuh jarak 1.000 km.

Rusa kutub adalah sumber makanan, pendapatan, tempat tinggal, transportasi dan pakaian bagi suku Nenets. Rusa adalah hewan yang sangat dihormati. Karena itulah hewan itu sering dijadikan sebagai mahar nikah. Suku nomaden ini percaya bahwa makhluk-makhluk ini diberikan kepada manusia untuk dipelihara dan diangkut sebagai imbalan perlindungan dari pemangsa sepanjang rute migrasi mereka. kepercayaan inilah yang membentuk hubungan spiritual antara masyarakat tradisional Rusia ini dan rusa kutub.

Di bawah Stalin, masyarakat Nenets dipecah menjadi kelompok-kelompok yang dikenal sebagai brigade, dan dipaksa untuk hidup di pertanian kolektif dan desa-desa yang disebut kolkhozy. Setiap brigade diwajibkan membayar daging rusa sebagai pajak. Anak-anak dipisahkan dari keluarga mereka dan dikirim ke sekolah asrama yang dikelola pemerintah, di mana mereka dilarang berbicara dalam bahasa mereka sendiri.

Kini kondisi mereka semakin memprihatinkan. Kondisi alam yang semakin rusak membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan makanan. Bahkan pakan untuk rusa pun semakin sedikit. Banyak generasi muda suku Nenets yang bermigrasi ke kota-kota besar. Sayangnya hal tersebut juga tidak merubah kondisi mereka.

Mario
Author

Makhluk penasaran yang suka belajar tentang content marketing, tapi lebih hobi baca novel, manga, main game, gebukin samsak.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.