Teknologi

Teknologi Ramah Lingkungan Ini Diterapkan Untuk Toilet di Kawasan Pariwisata

Pinterest LinkedIn Tumblr

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan pariwisata, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengembangkan teknologi ramah lingkungan untuk toilet di kawasan pariwisata. Model awal pengembangannya telah diuji di beberapa lokasi wisata seperti Danau Toba.

Toilet ramah lingkungan ini dikembangkan untuk menyediakan toilet yang layak dan bersih. Hal ini juga berguna sebagai salah satu daya tarik wisatawan. Para pengunjung juga tentunya ingin menikmati wisata dengan fasilitas yang lengkap.

Teknologi toilet ramah lingkungan

Untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan, limbah toilet di beberapa kawasan pariwisata akan menggunakan sistem biofil. Dalam pengolahannya, limbah akan diproses dengan metode anaerobik di dalam sebuah bak penampungan yang memiliki kapasitas kurang lebih 5.000 liter.

Proses pengolahan dilakukan dengan mengalirkan air limbah yang berasal dari toilet, wastafel, dan juga urinoir menuju empat kolam sanitasi. Keempat kolam ini diisi dengan batuan koral dan juga berbagai jenis tanaman air seperti, bambu air, kana air, melati air, dan juga papirus.

BACA JUGA:

Teknologi ramah lingkungan lainnya

Penerapan teknologi pengolahan air bersih di Danau Toba-medcom.id

Selain menerapkan teknologi toilet ramah lingkungan, Kawasan wisata Danau Toba juga menggunakan sistem pengelolaan air bersih yang menggunakan sistem Saringan Air Cepat (SRC) dan teknologi multiple tray aerator. Teknologi reverse osmosis juga diterapkan dalam pengolahan air siap minum di sana.

Teknologi ini dinilai cukup mudah pengelolaannya dan biaya operasional yang murah. Selain itu, teknologi pengolahan air ini juga bisa memanfaatkan bahan-bahan lokal dan bahan-bahan konvensional dalam pemeliharaannya.

Hadirnya teknologi ramah lingkungan di kawasan pariwisata tentunya bisa meningkatkan kualitas pelayanan para pelaku wisata, khususnya dalam hal sanitasi. Selain itu, manajemen pengolahan limbah di lokasi wisata bisa meningkatkan nilai estetika yang bisa dinikmati para pengunjung.

Perkembangan industri pariwisata Indonesia

Pada tahun 2019, Indonesia menempati peringkat ke sembilan di dunia dalam hal pesatnya pertumbuhan jumlah wisatawan. Bahkan Indonesia meraih peringkat ketiga di Asia dan peringkat pertama di Asia Tenggara. Tidak aneh jika industri pariwisata Indonesia mampu memberikan hingga delapan persen dari Produk Domestik Bruto negara pada tahun 2018.

Mario
Author

Makhluk penasaran yang suka belajar tentang content marketing, tapi lebih hobi baca novel, manga, main game, gebukin samsak.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.